Klaim Satgas DPR RI Terkait Jamu dari Tiongkok yang Komplain GP Jamu

  • Whatsapp

45terkini.com -Polemik jamu bantuan yang dikelola oleh Satgas Covid-19 DPR RI masih menjadi perbincangan hangat. Apalagi, banyak pihak yang menyayangkan sikap Satgas DPR RI yang memilih mengimpor produk luar negeri di tengah keberadaan ekonomi dalam negeri masih lesu akibat Covid-19.

Pelaku industri jamu dalam negeri merasa kecewa akan langkah tersebut. Kekecewaan tersebut dikarenakan industri dalam negeri dinilai tidak didukung. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Jamu dan Obat Tradisional Indonesia (GP Jamu) Dwi Ranni Pertiwi mempertanyakan langkah Satgas DPR RI yang mengimpor jamu untuk menyembuhkan pasien pandemi virus corona atau Covid-19.

Read More

Baca juga: Kadin Sebut Korban PHK Akibat Corona 15 Juta

Hal itu dia sampaikan pada rapat virtual bersama Komisi VI DPR RI terkait dampak Covid-19. Menurutnya apabila dilihat dari komposisinya, produsen jamu di Indonesia juga bisa membuat jamu tersebut.

“Jadi, mohon itu masalah bisa dikoreksi. Saya kecewa, jamu kami tidak didukung. Kenapa satgas DPR RI bisa mengimpor jamu? Itu yang saya pertanyakan,” ujar dia sebagaimana dikutip dari Okezone.

Terlepas dari itu, berikut adalah beberapa klaim dari Satgas DPR Ri terkait tindakan mengimpor tersebut sebagaimana dirangkum dari Okezone.

1. Satgas DPR Sebut Jamu China Berbahan Baku Mayoritas dari Indonesia

Anggota Komisi VI DPR RI sekaligus anggota Satgas Covid-19 DPR RI Andre Rosiade menyebut pihaknya mengakui telah membagi-bagikan obat tradisional impor dari China secara gratis. Namun, obat itu jumlahnya hanya sedikit dibandingkan produk lokal yang juga dibagikan ke masyarakat.

“Jadi, obat itu, dari 15 bahan jamu, dari 13 bahan ada di Indonesia, hanya 2 yang diimpor dari China. Pertanyaan kenapa direkomendasikan? Sebab herbal fit ini teruji,” ujar dia.

Baca juga: 15 Juta Data Diduga Bocor, Tokopedia Minta Pengguna Ganti Password Berkala

2. Jamu dari China Bukan untuk Komersial

Anggota Komisi VI DPR RI sekaligus anggota Satgas Covid-19 DPR RI Andre Rosiade menceritakan ada salah satu pimpinan DPR dan enam keluarganya terpapar Covid-19 dan mereka sembuh. “Sehingga dia bernazar bantu pasien Covid-19 dengan memberikan obat tersebut,” jelas dia.

Pihaknya menegaskan, jamu impor dari China tersebut tidak untuk dikomersialkan di Indonesia.

“Maka itu tidak ada komersial. Apabila ada masukan silahkan diskusi, silakan Komisi IX banyak bidangi satgas, dan lain-lain. Tapi jangan sampai Ibu, mohon maaf menyerang satgas ini. Jangan kami diserang. Dan ini aksi spontanitas untuk bantu masyarakat,” ungkap dia.

Baca juga: Kim Jong-un Muncul di Depan Umum Setelah Spekulasi 20 hari

3. Satgas DPR Sebut Jamu dari China untuk Dibagikan Gratis

Deputi Hukum dan Advokasi Satgas Lawan Covid-19 DPR, Habiburokhman menerangkan jamu herbal, Herbavid19 yang dibagikan ke rumah sakit secara gratis bukanlah impor dari China.

“Tidak benar jika obat herbal disebut impor dari China,” kata Habiburokhman.

Habiburokhman mengatakan, Herbavid19 adalah obat herbal yang juga dibuat di Indonesia dan diproduksi oleh orang indonesia. Menurutnya bahan Herbavid19 terdapat 11 jenis, di mana delapan jenis ada di Indonesia dan tiga jenis impor dari China.

“Karena memang tidak ada di Indonesia. Tiga bahan obat tersebut harus digunakan, karena mengacu kepada publikasi jurnal ilmiah internasional untuk obati covid-19, meramu obat herbal itu harus ada dasar ilmiahnya,” tuturnya.[]

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.