Dampak Covid-19, Angka Kemiskinan Diproyeksikan Melonjak 12 Persen

  • Whatsapp

Liputan98.com – Pemerintah proyeksikan dampak Covid-19 akan meningkatkan jumlah angka kemiskinan sampai 10 hingga 12 persen dari angka saat ini di 9,2 persen.

Dalam acara live streaming di Istana Kepresidenan Jumat (8/5/20), Menteri Sosial, Juliari Batubara mengatakan saat ini pemerintah masih mendata tambahan warga miskin terdampak pandemi Covid-19. Disisi lain, sejauh ini, program jaring pengaman sosial masih terus berjalan.

“Saat ini kami masih mendata penambahan jumlah warga miskin, karena memang program jaring pengaman sosial masih on going. Saya kira kita belum bisa memberikan angka pastinya karena jaring pengaman sosial masih berjalan,” kata Juliari Batubara.

Pemerintah kata Juliari sudah mengantisipasi kenaikan angka kemiskinan pascapandemi Covid-19. Dilihat dari data beberapa lembaga survei, ada yang menyatakan angka kemiskinan di Indonesia pascapandemi Covid-19 bisa mencapai 10 persen hingga 12 persen.

“Tetapi kami sudah mengantisipasi jumlah warga miskin pascacovid-19 ini mungkin meningkat. Ada beberapa lembaga survei yang mengatakan bertambah 10 persen, bahkan ada yang ekstrim mengatakan bertambah 12 persen,” ujar Juliari Batubara tanpa menyebutkan lembaga survey yang dimaksud.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy mengiyakan apa yang disampaikan Mensos tersebut.

“Kalau proyeksi, ada kenaikan 10-12 persen. Kita tahu angka kemiskinan sekarang di bawah dua digit, yakni 9,2 persen. Itu kan perkiraan,” kata mantan Rektor Universitas Muhammadyah itu.

Untuk saat ini, pemerintah sedang menghimpun data warga yang menjadi miskin akibat pandemi ini. Data dihimpun mulai dari tingkat RT, RW kemudian tingkat desa melalu musyawarah desa, lalu ke tingkat Kabupaten dan Kota, baru selanjutnya dikirim ke Kementerian Sosial.(eg)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.