Politisi PPP Nilai Menhub Hanya Beretorika atas Pelonggaran Transportasi

  • Whatsapp

Liputan98.com – Pembukaan moda transportasi oleh pemerintah mendapat sorotan dari para politisi. Satu di antaranya dari Sekretaris Fraksi PPP DPR RI Achmad Baidowi. Ia menilai, sikap pemerintah yang melonggar terhadap moda transportasi ini bisa menimbulkan dampak yang lebih rumit dalam penanganan Covid-19.

“Dalih menhub bahwa tidak ada perubahan aturan hanya penjabaran aturan, hanyalah retorika belaka sebab substansinya sama bahwa perjalanan orang diperbolehkan. Pelaksanaan yang berubah-ubah tersebut membuat masyarakat bingung dan terkesan ketidaktegasan dalam menerapkan sejumlah aturan,” kata Awiek kepada wartawan, Jumat, (8/5/2020) sebagaimana dikutip dari vivanews.com.

Read More

Baca juga: Menhub Budi Karya Perbolehkan Mudik, Pihak Istana Tetap Melarang

Menurut Awiek, sapaan Achmad Baidowi, diperbolehkannya perjalanan ataupun transportasi baik udara, laut dan udara mengangkut orang jelas membuat pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah daerah menjadi tidak maksimal.

Jika memang alasan pelonggaran tersebut untuk pebisnis, atau pejabat maka Kementerian Perhubungan dapat memperkirakan berapa jumlah orang yang masuk dalam kategori pebisnis dan pejabat itu.

“Seberapa banyak mereka tersebut? Bukankah bisa dikluster perjalanan pada waktu-waktu tertentu, tidak dibebaskan waktunya seperti sekarang,” ujarnya.

Baca juga: 18 Orang Nekat Mudik dengan Sembunyi dalam Truk Molen

Awiek mengatakan, tingkat kesadaran masyarakat untuk aktif melapor terkait Covid-19 saat ini terbilang rendah dan ini tentu akan menyulitkan deteksi penyebaran virus. Lantaran itu, pria yang duduk di Komisi VI DPRI ini menambahkan, dengan adanya kelonggaran akses transportasi ini, harus diwaspadai gelombang ke-2 penyebaran virus Covid-19. Jika itu terjadi, pemerintah yang paling disalahkan, bukan masyarakatnya.

“Mengingat kejadian pertama kali masuknya virus tersebut ke Indonesia dari seorang WNA yang sama sekali tidak terdeteksi di bandara. Ini harus menjadi pembelajaran. Terlebih perjalanan darat yang kontrol pemeriksaannya sedikit longgar,” ujarnya.[]

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.