Dinilai Mempuni Bangkitkan Ekonomi, PKS-Golkar Siap Usung Hijazi-Suryani

  • Whatsapp
Ahmad Hijazi dan Suryani.(ist)

Liputan98.com, Batam – Pasangan Ahmad Hijazi dan Suryani mulai diperhitungkan sebagai bakal calon (Bacalon) Wali Kota (Wako) dan Wakil Wali Kota (Wawako) Batam, Kepulauan Riau (Kepri) di Pilkada Kota Batam pada 9 Desember 2020 mendatang. Sebab, kini hampir semua partai politik sudah berkoalisi dan mengusung serta mendukung figur pasangan dalam pemilu nanti.

Seperti kabar yang berhembus kencang, Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) resmi mengusung pasangan Lukita Dinarsyah Tuwo dan Abdul Basith. Kemudian Partai NasDem kembali mengusung Muhammad Rudi dan Amsakar Achmad sebagai petahanan.

Untuk bisa bertarung di Pilkada Batam, pasangan Ahmad Hijazi-Suryani harus memenuhi syarat mutlak agar dapat berkompetisi dalam pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

Salah satu syaratnya adalah mendapatkan dukungan partai politik dengan jumlah perolehan suara legislatif minimal 10 kursi di DPRD Kota Batam. Dan pasangan ini hanya membutuhkan minimal lima kursi lagi, karena PKS sudah memiliki modal lima kursi.

Informasi yang berhasil di himpun, Partai Golkar mulai melirik mantan Sekda Riau Ahmad Hijazi untuk diusung dalam Pilkada Batam. Kabar tersebut berkembang setelah Ketua DPD Golkar Batam mengurungkan niat untuk maju dalam kontestasi politik lima tahunan ini.

Ketua DPD PKS Kota Batam, Syaifudin Fauzi mengatakan, di internal PKS dalam menghadapi Pilkada ada namanya tahapan yang dinamakan Pemilihan Internal Raya (Pemira), dan ada beberapa nama yang masuk dalam bursa calon kepala daerah.

“Di antaranya ada nama Bu Suryani dan lain-lainnya, seperti Pak Iskandarsyah. Bila nama pasangan ini (Ahmad Hijazi-Suryani) didukung oleh partai-partai dan masyarakat, serta ada pembicaraan serius berkoalisi dengan PKS, kami sangat welcome,” kata Fauzi.

Ia menambahkan, nama calon kepala daerah yang diusulkan PKS juga merupakan orang yang memahami dan mampu membangun perekonomian Batam ke depan, terlebih setelah dihantam pandemi corona saat ini.

“Bagaimana mengelola keuangan daerah, namun juga sumber-sumber baru serta potensi-potensi pemasukan yang bisa dioptimalkan untuk membangkitkan perekonomian Batam,” tuturnya.(nug)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.