Miliki Pengalaman Mentereng, Ahmad Hijazi Masuk Bursa Pilwako Batam Partai Golkar

  • Whatsapp

Liputan98.com, Batam – Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Kepulauan Riau (Kepri) resmi memasukkan nama Ahmad Hijazi, mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam dan Sekda Riau dalam bursa pencalonan kepala daerah di Pilkada Kota Batam tahun 2020.

Ketua DPD Partai Golkar Kepri, Ahmad Maruf Maulana mengatakan, dalam mencari sosok kepala daerah, Partai Golkar berkomitmen mencari pemimpin yang bisa membangun dan membangkitkan perekonomian kerakyatan. Konsep awal adalah mencari figur yang mempuni dan paham dalam perekonomian suatu daerah yang akan di pimpinnya.

Read More

“Pertama pasca pandemi covid ini, tentunya Partai Golkar berupaya untuk mencari pemimpin yang bisa membangun ekonomi kerakyatan,” katanya, kepada Liputan98.com di Batam Centre, Sabtu (21/6) malam.

Menurut orang nomor satu di Golkar Kepri ini, persoalan yang dihadapi masyarakat pasca pandemi Covid-19 bagaimana membangkitkan ekonomi. Bagaimana sosok seorang pemimpin dari Partai Golkar harus bisa memulihkan perekonomian kerakyatan Provinsi Kepri serta Kabupaten dan Kota yang akan dipimpinnya.

“Tentunya Partai Golkar akan mencari figur yang dapat merecovery ekonomi di Provinsi Kepri, serta Kabupaten/Kota. Yang diutamakan adalah mampu membangun ekonomi kerakyatan, bagaimana ekonomi berputar, butuh kreativitas dan keberanian kepala daerah dalam me-recovery ekonomi itu,” jelasnya.

Lebih lanjut, Maruf menjelaskan, terpilihnya nama Ahmad Hijazi dalam bursa pencalonan di Pilkada Batam karena track record-nya sudah tidak perlu diragukan lagi. Hijazi dikenal sebagai birokrat ulung yang handal dan teruji dalam memimpin sejumlah jabatan penting di Pemko Batam dan Pemprov Riau.

Selain menjabat Kepala Disperindag Kota Batam, Hijazi pernah memegang tampuk jabatan penting lainnya di Pemprov Riau, sebagai Kepala Bappeda Provinsi Riau dan Sekretaris Daearah (Sekda) Provinsi Riau.

“Jam terbang tak diragukan lagi kalau soal pemerintahan. Saya yakin beliau sudah tahu apa yang akan dilakukannya kedepan. Saya rasa ini solusi buat masyarakat Batam dalam menghadapi resesi ekonomi yang sedang terjadi,” terangnya.

Partai Golkar juga, kata dia, akan tetap menjalankan mekaninesme partai dan akan melakukan survei di lapangan. Maruf menyebut, soal koalisi partai berlambang Pohon Beringin ini telah membuka komunikasi dengan beberapa parpol di Kota Batam, salah satunya yang sudah terjalin secara intens adalah dengan PKS.

“Kita akan dudukkan semua pengurus partai, masih terus membuka komunikasi. Kami kirim nama beliau (parpol koalisi) untuk dilakukan disurvei elektabikitas dan popularitas juga,” ujar Maruf.

Disamping itu, Ahmad Hijazi yang dimintai komentar terkait namanya dipilih masuk dalam bursa pencalonan kepala daerah di Pilkada Batam dari Partai Golkar mengatakan, sebagai orang yang pernah mengabdi di Kota Batam selama lebih kurang 18 tahun, dirinya mempunyai harapan untuk bisa berkarya dan membangun Batam ke depan.

“Saya sadar sekarang sudah tidak mungkin lagi turut membangun Batam melalui jalur birokrasi lantaran saya sudah menjabat eselon II. Kebetulan saat ini, ada datang tawaran dari teman-teman Parpol membuka peluang melalui jalur politik, kenapa tidak,” ujarnya.

Menurut mantan Sekda Riau ini, permintaan tersebut datang dari Partai Golkar yang meminta agar kembali ke Batam untuk mengikuti kontestasi politik di Pilkada Batam 2020 mendatang.

“Karena ada mekanisme. Tapi proses masih berjalan, dan konsolidasi partai secara internal Golkar harus berkomunikasi dengan DPP, sebab yang putuskan secara sah nanti dari DPP,” kata pria kelahiran Indragiri Hilir (Inhil), Riau ini.

Namun paling tidak, menurutnya, Partai Golkar juga akan melakukan untuk survei. “Sebab survei ini juga salah satu proses yang harus dilalui setiap figur yang akan diusung” katanya.

Hijazi mengaku, dirinya masih mempunyai tanggung jawab dengan Kota Batam, terutama dalam pembangunan ke depan agar lebih baik lagi. Terlebih saat menjadi seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) lebih banyak mengabdi di Kota Batam.

“Saya merasa bagian dari Batam. Lantaran 85 persen tugas ASN saya dijalani di Batam. Saya mempunyai tanggung jawab dengan Batam, berkiprah dijalur politik untuk Batam dan sebisa mungkin memajukan Batam. Insyaallah niat baik akan membuahkan hasil yang baik pula,” tutur Hijazi.(nug)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.