Taba Iskandar : Partai Golkar Selalu Berkomitmen dan Percaya Diri

  • Whatsapp

Liputan98.com, Batam – Partai Golkar tidak pernah takut dengan partai manapun dalam berkompetisi, khususnya pada Pilkada Kepri dan Kota Batam Desember 2020 mendatang. Hal itu, ditegaskan oleh Tokoh senior Partai Golkar Kepri Taba Iskandar.

Menurutnya, pernyataan anggota DPRD Batam dari fraksi Partai Nasdem, Taufik Muntasir bahwa ada ketakutan dari Partai Golkar atas percalonan Marlin Agustina Rudi sebagai bakal calon Wakil Gubernur Kepri di salah satu media online Batam

Diakuinya, keputusan seluruh peserta dalam Rapat Pleno Harian II Golkar Kepri menolak Marlin Agustina Rudi, kader Partai Nasdem karena lebih ke persoalan komitmen politik dan kompromi politik.

“Apa yang ditakutkan. Ini persoalan komitmen politik. Persoalan lobi politik. Persoalan kompromi politik. Politik itu kan cair. Artinya tidak mau bersama kan. Bukan soal takut, apa yang ditakutkan,” jelasnya, Minggu (28/6/2020).

Saat ini, katanya, Golkar Kepri memiliki delapan kursi di DPRD Provinsi Kepri. Kemudian juga sama dengan NasDem memperoleh kursi pimpinan di DPRD Kota Batam. Dengan modal tersebut, Golkar Kepri memiliki kekuatan politik sendiri untuk menentukan sikap dalam kontestasi politik di Kepri.

“Apa yang ditakutkan, tidak ada yang ditakutkan. Apalagi Golkar sudah biasa memimpin dan dipimpin selalu berkomitment dan penuh percaya diri. Di dalam dan di luar pemerintah biasa saja. Dan itu biasa dinamika politik. Jadi tidak perlu kita ada kekhawatiran yang berlebihan,” katanya.

Ia menilai keputusan hasil pleno DPD Golkar Kepri menolak Marlin untuk direkomendasikan ikut dalam survei sudah benar. Alasannya, istri Ketua DPW NasDem Kepri itu tidak pernah mendaftar di partai beringin tersebut.

“Itu salah satu menjadi dasar keputusan itu sudah benar. Bahwa Marlin tidak pernah daftar. Makanya orang tidak pernah daftar kenapa mau diterima, kan gitu,” kata Taba.

Ia mengatakan munculnya nama Marlin dalam pleno tersebut karena ada yang memunculkannya. Salah satu dasar pertimbangan untuk menolaknya juga karena tidak mendaftar.

“Masa orang tak pernah daftar mau diputuskan. Cocok kan, tak perlu dipermasalahkan. Katanya tidak pernah daftar, kenapa ditolak. Ya sudah pas berarti kenapa mau dipermasalahkan,” ujarnya.

Namun demikian, sambungnya, tidak ada yang tidak mungkin dalam politik. Masing-masing partai memiliki hak untuk menentukan sikap dan pilihannya dan tidak dapat diintervensi oleh siapapun.

“Tak perlu diributkan. Kan belum berjodoh. Tapi belum tentu besok. Ternyata bertemu di persimpangan, cocok nawarin minum, hidangan sama, kenapa tidak. Tapi sampai pleno kemarin ternyata cinta belum berpadu. Terpaksalah seperti lagu, kau di sana, aku di sini. Gitu aja kok repot,” kata mantan Ketua DPRD Kota Batam ini.(*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.