DPRD Batam Minta Keberadaan Alfamart dan Indomart di Evaluasi

  • Whatsapp
Alfamart dan Indomart di pemukiman warga.(foto:ist)

Liputan98.com, Batam – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Forum Pengusaha Pribumi (Forppi) dengan Instansi lainnya terkait maraknya keberadaan Indomaret dan Alfamart di dalam pemukiman warga Kota Batam untuk dievaluasi, Selasa (30/6/2020).

Dalam RDP tersebut pihak DPRD Kota Batam menjadwalkan untuk memanggil perwakilan dari Alfamart dan Indomart agar memberi keterangan terkait keluhan para pengusaha lokal tersebut.

Dalam RDP sebelumnya, pelaku UMKM Batam mengeluhkan izin operasi gerai toko berjaringan itu terus bertambah di Batam. Selain itu, produk-produk UKM lokal Batam sulit masuk untuk dipasarkan di gerai-gerai milik perusahaan waralaba tersebut.

Perwakilan Alfamart Kota Batam Mukson Norute mengatakan, pihaknya senantiasa mendukung keberadaan UMKM, kemudahan proses untuk memasarkan produk di dalam stand otlet juga telah dilakukan. Alfamart juga memiliki misi menggandeng pelaku UKM setempat dan melakukan pembinaan.

“Kami juga sudah melakukan pembinaan warung rombong. Dan sekarang masih tetap berjalan. Pemanfaatan ruang disekitar lokasi gerai juga diberikan kepada pelaku UMKM lokal,” katanya.

Kepala Cabang Indomaret Kota Batam, Adi Sutono mengatakan, pihaknya memiliki komitmen untuk menjalin kerja sama dengan UKM Kota Batam yang memproduksi olahan pangan dan kerajinan. Kehadiran UKM, katanya, perlu didukung karena menjadi bagian dari perekonomian masyarakat.

“Kami sudah berkomitmen bekerjasama dengan UKM. Sebelum saat ini kami juga sudah menyediakan di area teras gerai disetiap cabang untuk menerima produk-produk UKM lokal,” ujarnya.

Ia mengaku, Indomaret juga sudah melakukan pelatihan kepada pelaku UKM Batam, tidak hanya itu pemberian stand disetiap gerai cabang juga di prioritaskan untuk UMKM lokal sekitar otlet berada. Saat ini Indomaret juga masih menunggu format kerja sama atau MoU dari Dinas Koperasi dan UKM Kota Batam untuk menunjang kemajuan UMKM lokal.

“Pembinaan kepada pelaku UMKM juga dilakukan secara berkesinambungan. Kami juga sudah menyediakan beberapa model jajanan seperti jajanan pasar dan makanan siap saji. Sudah kami fasilitasi dengan sistem jual laku baru bayar,” katanya.

Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto mengapresiasi langkah pemerintah daerah dan Indomaret serta Alfamart bersedia menampung produk-produk UKM. Menurutnya, langka ini diprioritaskan bagi tumbuh kembang UMKM.

Politisi PDI Perjuangan tersebut, meminta pelaku usaha yang di bawah naungan Forum Pengusaha Pribumi Indonesia (FORPPI) Kota Batam berdiskusi dengan Indomaret dan Alfamart terkait teknis kerja sama yang akan dilakukan.

Pemanfaatan ruang disekitar lokasi gerai bagi UMKM lokal juga baik dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat. Intinya, dengan keberadaan perusahaan waralaba tersebut, memberikan kontribusi dapat menggerakan rode perekonomian, jangan sebaliknya.

“Nanti pemerintah yang fasilitasi. Dicarikan titik temu supaya hidup semua. Dan sementara waktu izin buka baru jangan diberikan dulu. Yang telah ada nanti kita atur keberadaanya dan dievaluasi,” tutup Dia.(nug)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.