GPEI Berharap Pemerintah Segera Selesaikan Polemik Kewenangan Lego Jangkar Kapal Asing di Kepri

  • Whatsapp
Para pengusaha saat bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Negara.(foto;ist)

Liputan98.com, Batam – Ketua Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) Kepri, Maruf Maulana menilai kedatangan Menko Kemeritiman dan Investasi Luhut Binsar diharapkan dapat segera menyelesaikan persoalan labuh jangkar dan juga merealisasi potesi industri lainnya di Kepri.

Menurutnya, polemik dari potensi pemasukan daerah dari kewenangan labuh jangkar di perairan Kepri selama ini hanya dapat dinikmati oleh Kementrian terkait, sehinggga Pemda tidak berwenang mengalokasikan pemasukan dari sektor itu untuk mendorong program ekonomi kerakyatan.

“Kami berharap supaya cepat terealisasi, sehingga dapat membangkitkan ekonomi Kepri paska pandemi ini,” ujarnya, Jumat (3/7/2020).

Maruf yang juga Ketua Kadin Kepri ini juga meminta ke pemerintah pusat memberikan kebijakan dan insentif-insentif ekonomi sebagai stimulus me-recovery ekonomi saat ini.

Ia beranggapan, pemasukan dari biaya lego jangkar kapal asing sangat potensial apabila melibatkan pemerintah daerah, namun wajib disertai dengan pengawasan yang tepat.

“Kami meminta Bapak Presiden memangkas biaya-biaya mahal di Indonesia, di antaranya gas dan birokrasi yang berbelit-belit,” katanya.

Saat ini, semua negara mengalami krisis dan penurun daya beli. Bahkan banyak pengamat dan Kadin Indonesia menyatakan ekonomi Indonesia bisa minus 4 hingga 6 persen.

“Kami meminta kepada pemerintah daerah supaya lebih fokus, baik pemprov, pemkab dan pemko untuk mengutamakan recovery economi,” kata Maruf.

Pemerintah daerah diharapkan membuat program-program ekonomi tepat guna, dan berdampak langsung ke masyarakat dalam memulihkan perekonomian di tengah pandemi saat ini.

“Kadin Kepri sendiri punya program BBK (Batam, Bintan dan Karimun) Murah. Program ini merupakan stimulus membangkit ekonomi pasca pandemi,” ujarnya.

Kekuatan program BBK Murah adalah memberikan sewa lahan gratis selama 5 tahun bagi pemodal. Saat ini tersedia 30 hektare lahan siap bangun di salah satu kawasan industri di Batam.

Kadin Provinsi Kepri menargetkan ada sekitar 1.000-3.000 hektare lahan siap bangun di BBK untuk para investor dari berbagai sektor industri.

Kadin Provinsi Kepri juga telah mempersiapkan serangkaian program promosi BBK Murah, di antaranya menyiapkan website untuk pemasaran, brosur dan material promo, serta rencana roadshow ke Amerika Serikat dan Jepang. Selain itu telah menyurati mitra Kadin di dua negara tersebut untuk memfasilitasi rencana menjemput calon investor yang relokasi dari China.(*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.