Konstetasi Politik Melirik Batam 1 Semakin Menarik

  • Whatsapp
Ilustrasi Pilkada 2020.(ist)

Liputan98.com, Batam – Mantan Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo memantapkan diri akan bertarung pada bursa pemilihan wali kota (Pilwako) Batam pada 2020 mendatang. Komunikasi pokitik antar partai juga telah dilakukannya.

Ia bahkan, Lukita tercatat sudah mendaftar untuk mengikuti penjaringan bakal calon wali kota yang dilakukan oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Lukita mengaku memang tidak mudah, butuh waktu yang panjang sebelum memutuskan diri untuk maju pada Pilwako Batam. Terlebih lagi sepanjang karirnya merupakan pegawai negeri sipil (PNS) bukan seorang politisi.

Namun dorongan dari sahabat dan kerabat dekatnya menjadi salah satu dasar untuk mengikuti bursa pemilu yang akan dihelar serantak 2020 mendatang.

Calon petahanan Muhamad Rudi pun tak tinggal d├Čam, beberapa jargon berbentuk spanduk dan baliho telah terpampang di sudut Kota Batam yang menandakan kedikdayaannya. Dengan moto pembangunan infratuktur, ring Engku Putri tersebut menghadapi Pilkada 2020 Kota Batam dengan gagap gempita.

Dalam beberapa pertemuan yang sempat terpantau, calon petahanan ini juga senantiasa mengisyaratkan bakal menggandeng koalisi yang mumpuni. Partai Nasdem yang menjadi kendaraan pokitiknya pun bergerak maju menyisir calon pendamping untuk maju sebagai Waki Walikota Batam priode 2020-2024.

Kendati demikian, keduanya kerap menunjukan bukti kerja nyata sebagai pemimpin di Kota yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia. Beberapa kebijakan telah di bidani oleh keduanya yang menghasilkan kemakmuran masyarakat di Batam.

Namun begitu, muncul sosok penantang baru yang memiliki pengalaman sebagai birokrat di Kota Batam. Figur Ahmad Hijazi yang mengaku dipinang oleh Partai Golkar siap menjadikan kontetasi politik lima tahun semakin menarik.

Dengan konsep recovery ekonomi kerakyatan paska pendemi Covid-19 membuatnya yakin maju sebagai Bakal Calon Walikota Batam pada Pilkada bulan Desember 2020 mendatang. Hijazi menyebut, Batam saat ini perlu memulihkan sektor industri untuk menggerakan roda perekonomian masyarakat semakin maju ke depan.

Batam, kata Hijazi, harusnya pemerintahan daerah melakukan disentralisasi otonomi daerah. Urusan wajib antar dua lembaga pemerintahan di Batam, musti lebih cepat tepat dan efisien lantaran telah menjadi satu komando. Urusan BP dan Pemko Batam harus disejalankan dengan pengawasan.

“Disamping penanganan Covid-19, tidak ada alasan Batam vakum dalan upaya peningkatan daya saing sektor Indusri dan ekspor-impor. Mengingat daerah ini memiliki keunggulan diletak geografis, sangat disayangkan tidak dimanfaatkan. Kepelabuhanan logistik perlu segera pembenahan,” katanya, Jumat (3/7/20).(nug)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.