Pengusaha Indonesia Minta Pemerintah Pangkas Biaya Ekspor Demi Recovery Ekonomi

  • Whatsapp
Para pengusaha saat bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Negara.(foto;ist)

Liputan98.com – Para pengusaha yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Export Indonesia saat ini tengah meminta kepada Presiden RI Joko Widodo supaya memangkas biaya bagi pelaku ekspor impor di Indonesia, sebab mahalnya biaya pengeluaran bagi pengusaha dinilai sebabgai penghambat iklim investasi di Batam dari sektor tersebut.

Ketua Gabungan Pengusaha Eksport Indonesia Ahmad Ma’ruf Maulana mengatakan, pengusaha merasa terbebani akibat mahalnya biaya ekspor impor yang selama ini berlaku di Indonesia. Di tambah, kondisi ekonomi juga terdampak

Menurutnya, penghambat dari lambatnya sector ekspor di Indonesia terdampak dari pembayaran berbagai akomodasi dan perizinan. Diantaranya biaya gas dan birokrasi yang berbelit-belit yang menyulitkan para pengusaha.

“Kami menyambut baik kedatangan pak Menko Luhut di Kepri untuk bagaimana menggerakkan industri  dan labuh jangkar semangkin bernilai lebih bagi sector turunannya. Saya selaku ketua Kadin Kepri sangat berharap supaya cepat terralisasi keluhan yang selama ini disampaikan pada pemerintah pusat,” kata Maruf.

Sebab, lanjut Maruf, sebagaimana diketahui semua negara sekarang mengalamin krisis ekonomi dan daya beli yang menurun akibat Pendemi Covid-19. Bahkan banyak pengamat dan Kadin indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi indonesia bisa minus sekitar 4 sampai 6 persen di Tahun 2020 ini.

“Untuk itu, kami meminta kepada Presiden supaya memberi instruksi pada pemerintah daerah supaya lebih untuk mengutamakan recovery ekonomi. Program ekonomi supaya lebih berguna dan dapat dampaknya ke masyarakat agar ekonomi cepat kembali tumbuh daya beli masyarakat semakin kuat,” ujarnya.

Dalam hal ini, Kadin Kepri fokus pada program BBK murah dan untuk mendongkrak stimulus pembangkit ekonomi kerakyatan.(nug)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.