Pepki Desak Pemko Batam Dispensasi Pajak Restoran dan Usaha Kuliner

  • Whatsapp
Pepki Kota Batam, Hetdin Manurung.(ist)

Liputan98.com, Batam – Pengusaha kuliner di Kota Batam, Kepri, merasa paling terdampak akibat merebaknya Virus Corona (Covid-19). Saat melakaukan upaya pemulihan, kewajiban yang harus dibayar pada Pemko pun tidak bisa dihindari.

Untuk itu, Pengusaha Kuliner Indonesia (Pepki) mendesak Pemko Batam untuk meringankan beban usahanya melalui pemangkasan biaya-biaya wajib yang dinilai memberatkan saat bangkit dari pandemi.

Ketua Perkumpulan Pengusaha Kuliner Indonesia (Pepki) Kota Batam, Hetdin Manurung mengatakan, keringanan yang diminta berupa keringatan untuk tidak dipungut pajak restoran serta kuliner untuk dalam jangka dua tahun ke depan.

“Kami butuh tidak hanya insentif tapi juga inisiatif dari pemerintah daerah, dalam hal ini Pemko Batam untuk bisa mendorong pelaku usaha kuliner baik tradisional maupun moderen untuk bangkit dari pandemi,” katanya, Minggu (5/7/2020).

Menurutnya, dispensasi pajak yang diminta Pepki masih terbilang wajar ditengah pemulihan kondisi ekonomi paska pendemi. Supaya daya beli masyarakat cepat kembali bangkit dan ekonomi semakin tumbuh.

Ia menjelaskan, Pepki akan segera menyurati Pemko dan DPRD Batam agar melakukan gebrakan-gebrakan positif, yang melibatkan kalangan dunia usaha, khususnya kuliner dan restoran dapat kembali bangkit.

“Pepki Batam mendesak Pemko untuk secepatnya mengambil langkah kongkrit untuk menyambut dibukanya sektor pariwisata agar bisa mendorong ekonomi bergerak,” katanya.

Asosiasi pariwisata, kata Hetdin, sempat meminta relaksasi bagi wisatawan asing terutama Singapura dan Malaysia ke Kota Batam, lantaran adanya peraturan Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) Nomor 11 Tahun 2020 tentang pengetatan sementara orang asing masuk wilayah negara Republik Indonesia. Permintaan itu, disampaikan melalui Pemko Batam.

“Usulannya yaitu agar Pemerintah meninjau kembali peraturan Kemenkumham nomor 11 tahun 2020 itu. Asosiasi pariwisata berharap ada kebijakan khusus bagi wilayah Kota Batam,” pintanya.

Sebab di Batam secara umum destinasi wisata dan infrastruktur, amenitas sarana akomodasi, restoran, wahana rekreasi, tempat hiburan, sentra spa, pusat perbelanjaan, pelabuhan, bandara telah siap menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.(nug)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.