Ketua Komisi di DPRD Kepri Nahkodai Proyek 2.400 Unit Leptop Disdik

  • Whatsapp
Kantor DPRD Kepri.(Istimewa)

Liputan,98.com, Tanjungpinang – Proses pengadaan sebanyak 2.400 unit leptop di Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri yang menggunakan anggaran Tahun 2019 sebesar Rp.25 miliar, dinilai sarat KKN.

Pengadaan yang melibatkan PT Astragraphia Xprins Indonesia (AXI) dengan nomor 24.957/SP/DISDIK-KEPRI/2019 pada tanggal 27 September 2019 tersebut diduga di mark up.

Menurut Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Kepri yang enggan disebut namanya ini mengatakan pengadaan 2.400 unit laptop di Disdik Provinsi Kepri dikendalikan oleh salah satu pimpinan Komisi di DPRD Provinsi Kepri.

“Padahal Komisi itu tidak membidani Pendidikan dan Kesehatan, lalu. Setelah ditelusuri di internal dewan, ternyata pengusul proyeknya adalah pimpinan Komis?,” katanya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam Kegiatan itu, Irwan Panggabean yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Disdik Provinsi Kepri masih enggan untuk memberikan respon terkait persoalan pengadaan 2.400 unit laptop ini.

Ketua DPRD Provinsi Kepri, Jumaga Nadeak yang juga merupakan Ketua Banggar DPRD Provinsi Kepri menegaskan, secara teknis Banggar tupoksinya adalah berbicara masalah Pagu Anggaran (PA). Namun untuk teknis diluar itu, tahapannya berada di Komisi IV DPRD Provinsi Kepri. 

“Kita tidak bicara siapa yang mengusulkan ketika di Banggar, tetapi masalah PA-nya. Berbicara soal teknis, itu ada di Komisi IV DPRD Provinsi Kepri,” ujar Jumaga, Minggu (5/7).

Pengadaan 2.400 unit milik Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri yang dilaksanakan oleh PT Astragraphia Xprins Indonesia (AXI) lewat APBD Perubahan Tahun Anggaran (TA) 2019 lalu dalam pembahasaannya menyetujui 2.400 unit Laptop Lenovo dengan spesifikasi amd A9-9425 Radeon R5 3.10 GHz windows 10 dibandrol Rp9.328.000.

Sementara harga disejumlah toko elektronik di Tanjungpinang dengan merek dan spesifikasi yang sama adalah sebesar Rp4,3 juta. Artinya ada selisih harga dalam jumlah keseluruhan Rp10.320.000.000 miliar. 

Pengadaan media pendidikan untuk SMAN di Kepri tersebut menelan anggaran sebesar Rp22.387.200.000. Sementara berdasarkan data Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UPKBJ) Provinsi Kepri pengadaan 2.400 unit laptop dengan alokasi anggaran sebesar Rp25 miliar.

Setelah ditelusuri, ternyata pengadaan dengan anggaran Perubahan Tahun Anggaran (TA) 2019 lalu bukan diperuntukan bagi seluruh SMA Negeri di Provinsi Kepri. Melainkan khusus untuk SMA Negeri yang ada di Kabupaten Karimun, Kepri.(nug)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.