RCW Lapor KPK Dugaan Korupsi Bansos di Pemko Batam

  • Whatsapp
Ketua RCW Kepri Mulkan melaporkan kasus dugaan korupsi bansos corona tahap II Pemko Batam ke KPK, Jumat (10/7/2020). (ist)

Liputan98.com, Jakarta – Riau Corruption Watch (RCW) Kepri melaporkan kasus dugaan korupsi bantuan sosial (bansos) sembako corona Pemko Batam tahap II ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (10/7/2020).

Ketua RCW Kepri, Mulkan mengatakan, laporan kasus dugaan bansos sembako corona Pemko Batam tahap II ke lembaga anti rasuah ini karena ada indikasi kelebihan harga dari selisih pagu anggaran yang ada sesuai tercantum di laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Batam.

Dari paket bansos corona yang dibagikan Pemko Batam kepada masyarakat, berisi beras 10 kg, minyak goreng 3 liter, dan mie instan 1 dus. Harga paket bantuan ini disebut senilai Rp300 ribu.

Berdasarkan hasil kroscek RCW Kepri untuk harga beras 10 kg seharga Rp130 ribu, minyak goreng 3 liter seharga 30 ribu dan mie instan seharga Rp90 ribu. Total harga Rp250 ribu. Sehingga ada selisih harga Rp50 ribu per paket.

Jumlah paket sembako corona Pemko Batam tahap II disebutkan ada sebanyak 284.222 paket. Sehingga total ada selisih Rp14.236.100.000.

“Jadi ada dugaan kerugian negara sebesar Rp14.236.100.000,” ujarnya kepada NAGOYAnews.net.

Penggiat anti korupsi ini menambahkan, pihaknya tak mau berpolemik dengan dugaan korupsi bansos corona ini, dan mempercayakan sepenuhnya kepada penegak hukum.

“Biar penegak hukum yang membuktikan ada apa tidaknya tindak korupsi. Kita sangat percaya pada pihak penegak hukum dari kejaksaan, kepolisian dan KPK,” kata Mulkan.

Selain KPK, kasus ini juga sudah dimasukkan ke Kejaksaan Agung (Kejagung) RI dan Mabes Polri. “Supaya kasus dugaan korupsi pengadaan sembako corona Pemko Batam tahap II ini terkawal,” ujarnya.(ngy)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.