Tahun Ajaran Baru, Toko Perlengkapan Sekolah Sepi Pembeli

  • Whatsapp
Suasana toko buku di Karimun.(ist)

Liputan98.com, Karimun – Memasuki Tahun ajaran Baru ditengah Pandemi Covid-19, pengaruhi penjualan alat tulis di Kabupaten Karimun.

Penurunan pembeli hingga mencapai 50 persen dirasa oleh mayoritas toko- toko penyedia alat tulis di Kabupaten Karimun, Kepri.

Toko yang menjual perlengkapan sekolah biasanya ramai pembeli, kini hanya terlihat landai.

Karyawan salah satu toko buku Siang, Rena Fitriani mengatakan, kondisi ini jauh berbeda jika banding pada tahun-tahun sebelumnya. Di mana toko nya mampu menjual 6 dus untuk satu jenis buku tulis.

“”Dipersentase kan itu menurun 50 persen lah dari sebelumnya, biasa sehari sebelum masuk sekolah kita tidak ada jeda melayani spembeli. Sekarang hanya terjual 3 dus buku dalam sehari, biasa hingga 6 dus untuk satu jenis buku perharinya. Para orang tua kalau beli buku untuk sementara aja katanya, karena anak sekolah belum sepenuhnya belajar normal. Apalagi anak-anak selama ini belajar online,” katanya, Minggu (12/7/20).

Namun demikian, jika penjualan buku tulis dan beberapa kebutuhan sekolah sangat menurun tahun ini, perlengkapan menggambar dan mewarnai justru mengalami peningkatan sejak kebijakan belajar dari rumah diterapkan.

“Karena para orang tua bilang anaknya bosan, jadi mencari buku menggambar, mewarnai untuk kegiatan anak-anak,”kata dia.

Ia mengatakan, biasanya para orang tua sudah membanjiri toko sejak dua minggu menjelang tahun ajaran baru. Saat ini, menurutnya hanya sejumlah orangbtua saja yang datang ke toko untuk membeli peralatan toko.

“Beberapa minggu mau masuk sekolah itu sudah ramai, kalau ini masih sepi adapun sekarang hanya beberapa saja,”ungkapnya.

Sementara salah seorang wali murid, Indah Suryani mengatakan, kebutuhan akan perlengkapan sekolah kedua anaknya memang tidak sebanyak di saat sebelum masa COVID-19.

“Untuk yang SD saja, buku yang diperlukan tidak terlalu banyak karena itu hanya persiapan aja jelang belajar tatap muka. Sedangkan anak saya yang SMA masih belajar secara daring atau online,” katanya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.