Kejati Tunggu Audit BPKP Terkait Bansos Covid-19 di Batam

  • Whatsapp
Asintel Kejati Kepri, Agustian Sunaryo.(ist)

Liputan98.com, Tanjungpinang – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri menunggu hasil audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) penyaluran dana bantuan sosial (Bansos) Covid-19 di kota Batam.

Asintel Kejati Kepri, Agustian Sunaryo mengatakan, terkait bansos Batam, proses audit oleh BPKP sudah berjalan, kita masih menunggu hasil auditnya.

Jika ada kelebihan jumlah dana, panitia wajib untuk pengembalian kepada kas daerah.

“Kita tinggal menerima hasil audit, setelah itu melangkah untuk mengambil tindakan,” katanya Jumat (17/7/2020).

Lebih lanjut, Agustian menegaskan, apabila hasil audit ditemukan ketidakwajaran dalam penggunaan anggaran maka penyedia mempunyai kewajiban untuk mengembalikan keuangan tersebut.

Sebab, kata Agustian, dalam pengadaan barang jasa di masa Covid-19 ini musti berdasarkan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKPP) Nomor 3 Tahun 2020 mengatur secara khusus tentang pengadaan barang jasa.

Meski, biasanya pengadaan barang dan jasa pada umumnya merujuk berdasarkan Perpres Nomor 54 tahun 2010 Junto Nomor 70 tahun 2012.

“Biasanya untuk di atas Rp200 juta melalui mekanisme seperti lelang, kalau di masa Covid-19 ini diatur setiap pengadaan barang dan jasa bisa dilakukan penunjukan langsung terhadap penyedia barang dan jasa,” jelasnya.

Agustian menyebutkan, dana Bantuan Sosial (Bansos) di Batam itu dianggarakan perpaketnya 300 ribu, setelah diadakan dilakukan verifikasi oleh Aparat Pengawasan Interen Pemerintah (APIP) yang didampingi oleh BPKP.

Verifikasi itu dilakukan dengan variabel dan perhitungan setelah menilai harga barang yang akan diadakan, kemudian pajak-pajak yang harus dipenuhi.

“Sebabgai contoh di Batam ada dua kecamatan yang bebas pajak tapi kecamatan lainnya dikenai pajak,” sebutnya.

Kemudian, faktur dari distributor, operasional lainnya seperti sewa gudang, mobilisasi pekerja, pengangkutan titik kumpul sembako tersebut.

“Sampai akhir harga yang sudah diverifikasi BPKP seharga Rp 260 ribu lebih,” ujarnya.(ond)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.