Batam Pasti Terdampak Resesi Singapura

  • Whatsapp
Sekitar Dataran Engku Putri Batam.(ist)

Liputan98.com, Batam – Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Batam Rafky Rasyid menyebut, hingga saat ini ekonomi di Batam masih normal. Meski begitu, diakuinya ada sedikit penurunan laju pertumbuhan ekonomi selama Pandemi Covid-19 terjadi.

“Kita lihat secara optimis saja, secara kuartal ke kuartal ekonomiĀ  Singapura memang terkontraksi fantastis. Namun secara year on year, kontraksinya hanya 12,6 persen. Pertumbuhan ekonomi Singapura pada 2020 diperkirakan negatif 1-4 persen,” ucap Rafky, Sabtu (18/7/2020).

Rafky memperingatkan, Batam saat ini harus siap menghadapi penurunan ekspor ke Singapura. Untuk itu, mencari pasar negara lain menjadi salah satu alternatif yang bisa dilakukan. China dianggap negara tujuan ekspor Batam yang cukup potensial.

“Jadi pertumbuhan ekonomi Batam masih bisa diselamatkan kalau banyak investor yang merealisasikan investasinya pada tahun ini,” kata Ketua APINDO Batam tersebut.

Lebih lanjut, sebut dia, realisasi investasi Batam di tengah Pandemi Covid-19 masih cukup tinggi. Hanya saja diperlukan kerja yang ekstra keras dari semua pihak untuk menyelamatkan ekonomi di tengah kondisi saat ini.

Saat ini, Batam cukup terbantu pertumbuhan ekonominya dikarenakan tidak menerapkan PSBB seperti daerah lain.

Dengan begitu, aktivitas industri dan bisnis lainnya tidak begitu terganggu. Hanya saja sektor pariwisata menjadi satu yang terpukul selama pandemi Covid-19.(red)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.