Omset Pedagang Hewan Kurban Turun 50 Persen Selama Pendemi

  • Whatsapp
Salah satu pedagang hewan kurban di Karimun yang mengeluh penurunan omset.(ist)

Liputan98.com, Karimun – Pandemi Covid-19 pengaruhi penjualan hewan kurban di hari Raya Idul Adha 1441 Hijriyah/2020 masehi. Perihal itu langsung dikeluhkan oleh penjual hewan kurban di Kabupaten Karimun.

Hal itu terlihat dari berkurangnya permintaan sapi dari masjid- masjid di Karimun. Bahkan, pelanggan-pelanggan yang biasanya memesan hewan kurban pun turut mengurangi pemesanannya.

Pedagang hewan kurban di Wonosari Muhammad Fauzi mengatakan, penjualan sapi kurban pada Idul Adha tahun 2020 mengalami penurunan sebesar 50 persen dibanding tahun lalu.

“Turun 50 persen, penyebabnya karena Pandemi Covid-19 ini. Kita ketahui sendiri perekonomian masyarakat saat ini alami penurunan, untuk kebutuhan saja masyarakat bercukupan,” kata Fauzi.

Fauzi mengaku dirinya tidak mengalami kerugian yang banyak. Pasalnya harga yang diterapkan oleh peternak juga rendah dibandingkan tahun-tahun sebelum pandemi Covid-19.

“Harga lebih murah tahun ini dibanding tahun kemarin. Dengan kondisi saat ini, peternak juga tidak mau menahan penjualan. Untuk harga penjualan kita di Karimun tetap,” katanya.

Fauzi menyebutkan, untuk satu ekor sapi saat ini dijual dengan harga Rp 18 Juta hingga 26 Juta. Namun, pembeli lebih mmilih sapi dwngan harga Rp 20 juta sampai Rp 22 juta.

Fauzi sendiri mendatangkan hewan kurban jenis sapi bali dari Provinsi Riau. Ia menyebutkan masyarakat Karimun lebih menyukai sapi bali untuk kurban.

“Kalau di Karimun sapi bali memang jadi idolanya karena kualitasnya sudah bagus,” katanya.

Pada tahun 2019 lalu, biasanya ia mendatangkan sekitar 50 ekor sapi kurban untuk mencukupi permintaan di Karimun. Namun, di tahun 2020 ini, pihaknya hanya dapat mendatangkan 22 ekor sapi saja.

“Kalau sebelum-sebelumnya paling sedikit 40 ekor,” ujarnya.

Di tahun ini, langganan tetap Fauzi setiap tahun memang mengurangi permintaan. Ada yang mengurangi 50 persen dan bahkan ada yang belum memesan sama sekali.

“Sekarang empat jadi dua, atau tiga jadi dua ekor. Bahkan ada juga yang tak ambil sama sekali. Ada masjid yang biasanya tiga, tapi tahun ini satu pun belum ada,” katanya.

Meski demikian, dikatakan Fauzi, walaupun terjadi penurunan yang cukup besar terhadap permintaan hewan kurban, hal itu belum terlalu mempengaruhi pendapatannya.(ky)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.