Direktur dan Komisari Perekrut WNI jadi ABK Kapal Ikan Cina Dijerat Pasal TPPO

  • Whatsapp
Direktur Kriminal Umum Polda Kepri Kombes Pol Arie Darmanto saat menujukan tersangka dan barang bukti kasus TPPO.(lip98)

Liputan98.com, Batam,  – Jajaran Direktorat Reserse Kriminal umum (Ditreskrimum) Polda Kepri kembali berhasil mengamankan enam orang tersangka perekrut 22 orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang dipekerjakan sebagai ABK Kapal Ikan Cina Lu Huang Yuan Yu 117 dan 118, Selasa (20/7).

Enam orang tersangka yang berhasil diamanakan oleh Direskrimum Polda Kepri di Jawa Tengah dan kemudian dibawa ke Kota Batam untuk dilakukan penyelidikan terkait kasus itu adalah Harsono (36 Tahun), Taufiq Alwi (40 Tahun), Totok subagyo (61 tAHUN), Laila Kadir (54 Tahun), sedangkan dua orang tersangka yakni Sutrisyono (55 Tahun) dan Mohamad Hoji (60 Tahun) diperiksa di Polres Tegal, Jateng.

Baca  juga   :    Tim Gabungan Tangkap Kapal Ikan Cina, Ada Mayat Dalam Frezzer

Direktur Kriminal Umum Polda Kepri Kombes Pol Arie Darmanto mengatakan, awalnya tim gabungan Polda Kepri dan Polda Jateng beserta Satgas TPPO Bareskrim Polri melakukan pengembangan terhadap meninggalnya WNI ABK bernama Hasan Arfandi (27 Tahun) di Kapal ikan Cina yang diduga akibat perlakuan penganiayaan oleh Kapten Kapal.

“Setelah petugas menetapkan mandor Kapal Lu Huan Yuan Yu sebagai tersangka penganiaya yang berakibat meninggalnya ABK WNI tersebut, Tim fokus mencari perusahaan pengirim puluhan TKI ilegal ke Kapal Cina, setelah ditelusuri ditemukan empat perusahaan yang menjadi dalang perekrut ABK itu di Jawa Tengah. Berdasarkan penyelidikan itu, Tim mengamankan seluruh tersangka di Kabupaten Tegal, Jateng,” katanya, Sabtu, (25/7) di Batam.

Direktur Kriminal Umum Polda Kepri Kombes Pol Arie Darmanto saat menujukan tersangka dan barang bukti kasus TPPO.(lip98)

Dalam kasus ini, kata Arie, polisi menduga ada keterlibatan empat perusahaan di Indonesia dalam penyalur TKI ke luar negri tanpa dokumen resmi. Perusahaan itu adalah PT Mandari Tunggal Abadi diketahui mengirim sebanyak 12 orang TKI, PT PT Gigar Marine International menyuplai 5 ABK di kapal itu dan PT Novarica Agatha Mandiri mengirimkan 4 orang ABK WNI dan PT MJM Abdi Baruna yang mengirim satu ABK.

“Enam tersangka yang diamankan adalah Direktur dan Komisaris di empat korporasi tersebut, dalam kasus ini dapat dipastikan melibatkan korporasi yang berada di Singapura sebagai tujuan awal para ABK dikirimkan yang tengah diselidiki yang bekerjasama dengan Interpol,” ujarnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.