Warga Karimun Disarankan Tolak Politik Uang oleh Bawaslu RI

  • Whatsapp
Ketua Bawaslu Faritz Edward di sambut warga Kecamatan Meral, Karimun di Kampung Pengawas Partisipatif dan Kampung Anti Politik Uang oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).(ist)

Liputan98.com, Karimun – Menyambut tahapan pemilihan Kepala Daerah di Kepulauan Riau Anggota Bawaslu RI, Fritz Edward Siregar mengajak masyarakat Kabupaten Karimun agar menolak dan melaporkan politik uang di Pilkada Karimun pada 9 Desember 2020 mendatang.

“Ini merupakan kegiatan pendidikan politik. Masyarakat nantinya tahu bagaimana cara melapor serta menolak politik uang sebagai bagian dari pengawasan partisipatif,” ujarnya saat meresmikan Kampung Parit Lapis, Kelurahan Parit Benut, Kecamatan Meral, Karimun sebagai Kampung Pengawas Partisipatif dan Kampung Anti Politik Uang oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Karimun, Jumat (24/7/2020).

Ia mengatakan, pembentukan kampung pengawas partisipatif dan kampung anti politik uang ini merupakan metode peningkatan partisipatif masyarakat dalam perannya mengawasi pelaksanaan Pemilu 2020 mendatang.

“Ada metode forumnya, ada metode aktif di kepramukaan dan karang taruna, jadi berbagi metode itu dilakukan dalam rangka partisipatif,” katanya.

Menurut dia, pembentukan Kampung Pengawas Partisipatif dan Kampung Anti Politik Uang dinilai dapat menumbuhkan semangat bela negara.

“Jika tetap terjadi politik uang, warga setempat bisa melaporkannya ke Bawaslu dan itu merupakan bagian usaha bela negara,” katanya.

Ketua Bawaslu Kabupaten Karimun Nurhidayat mengatakan, pembentukan Kampung Pengawas Partisipatif dan Kampung Anti Politik Uang merupakan komitmen Bawaslu bersama masyarakat Kecamatan Meral untuk mengawali tahap demi tahap proses peyelenggaraan Pilkada, agar sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku.(ky/ngy)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.