Polisi Amankan Pelaku TPPO Yang Memaksa Korban jadi Penari

  • Whatsapp
Polisi bongkar praktik TPPO di Batam.(ist)

Liputan98.com, Batam – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepri berhasi mengamankan satu tersangka tindak pidana perdagangan orang (TPPO) berinisial MR dan seorang korban Inisial VS berhasil diselamatkan polisi.

Dirreskrimum Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto mengatakan, Tindak Pidana perdagangan orang ini awalnya menimpa seorang perempuan Inisial VS, pada pertengahan Bulan Juli 2020 yang bersangkutan melalui Media Sosial Facebook melihat adanya lowongan pekerjaan di akun “LOWONGAN KERJA BATAM” kemudian VS berangkat ke Batam untuk bertemu dengan tersangka MR untuk minta kerja.

“Setelah bertemu korban ditawarkan bekerja sebagai penari dikampung-kampung yang ada di Pulau-pulau dengan iming-iming menerima gaji sebesar Rp. 4 juta,” katanya.

Baca jugaBP Batam Tak Akan Berikan Bantuan Hukum pada Pagawai yang di OTT

Untuk melakoni pekerjaan itu, korban VS langsung di bawa ke Pulau Air Saga Kecamatan Galang, Kota Batam untuk dijadikan penari acara keyboard dari jam 20.00 sampai dengan pukul 01.30 wib. Korban sempat tinggal selama tiga hari bersama tersangka di Pulau Air Saga.

“Setelah merasa pekerjaan yang ditawarkan ini tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan, korban memutuskan ingin keluar dan berhenti bekerja. Namun, oleh tersangka, korban diancam dengan alasan sudah terikat kontrak,” ujarnya.

Kemudian, berdasarkan laporan korban, pada tanggal 28 Juli 2020, tersangka membawa korban untuk pindah kerja menjadi penari di Pulau Moan, Batam. Sebelum diberangkatkan ke Pulau Moan tersangka dan korban sempat mampir dulu ke Tembesi, kecamatan Sagulung, Kota Batam.

“Saat masih berada di Kota Batam, korban berusaha melarikan diri yang kemudian diselamatkan oleh Tim Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri,” ucapnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.