Kanwil BC Kepri Minta Kejari Karimun Amankan Barang Bukti 448 Ton Amonium Nitrat di Gudang Mereka

  • Whatsapp
Kantor Wilayah (Kanwil) DJBC Khusus Kepri bersama Polda Kepulauan Riau dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Karimun meninjau kondisi barang bukti titipan Kejari Karimun berupa ammonium nitrate.(ist)

Liputan98.com, Karimun – Kantor Wilayah (Kanwil) DJBC Khusus Kepri bersama Polda Kepulauan Riau dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Karimun meninjau kondisi barang bukti titipan Kejari Karimun berupa ammonium nitrate (in kracht) yang telah disimpan di Gudang penyimpanan Kanwil Bea dan Cukai Kepri sejak Tahun 20212 lalu.

Kegiatan ini diadakan dalam rangka tindak lanjut penyelesaian barang bukti amonium nitrate yang dititipkan oleh Kejaksaan Negeri Karimun sejak Tahun 2012 hingga Tahun 2018.

Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Khusus Kepulauan Riau Agus Yulianto mengatakan barang bukti tersebut berada di gudang kantor berupa amonium nitrate sejak lama. Menurutnya, barang bukti itu, telah mendapat putusan hukum tetap yang semuanya itu dirampas untuk negara (inkracht),

“Kalau dihitung ada sekitar 17.936 karung yang dititipkan, dengan total beratnya mencapai 448,4 ton. Sangat riskan apabila disimpan terlalu lama tanpa tindakan selanjutnya,” katanya, Sabtu (8/8/20).

Menyimpan amonium nitrate ini, kata Agus, perlu dilakukan penanganan dengan serius. Sebab, berkaca dari peristiwa ledakan di Beirut, Lebanon, Selasa (4/*/20) lalu, ada bahaya serius jika menyimpan amonium nitrate dengan jangka waktu yang lama, dan dalam jumlah besar.

“Kita juga tidak ingin apa yang terjadi di Beirut, Lebanon, juga berdampak buruk bagi kita semua. Seperti yang diketahui dan diberitakan oleh banyak media massa, terjadi ledakan keras pada hari Selasa, (04/08/2020) di Kota Beirut, Lebanon, akibat kontaminasi dari unsur Amonium Nitrate,” ujarnya.

Dalam pemberitaan banyak media masa, diduga oleh banyak pihak, ledakan tersebut terjadi berasal dari salah satu gudang di dekat pelabuhan Kota Beiryt yang dipicu oleh hendapan sekitar 2.750 ton amonium nitrate.

Untuk itu, Ia mengatakan bahwa proses penanganan barang titipan di Kantor Wilayah DJBC Khusus Kepulauan Riau sudah cukup baik sejak dititipkan oleh pihak kejaksaan hingga saat ini masih tersimpan sesuai dengan prosedur dan ditempatkan di tempat yang aman.

Ia menambahkan bahwa sebenarnya peyimpanan di gudang jika terlalu lama memiliki risiko besar. Oleh karena itu, pihaknya meminta Kejari Karimun untuk menindaklanjuti penanganan barang bukti tersebut untuk mengantisipasi apa yang terjadi di Beitut, Lebanon, juga terjadi di Karimun karena memiliki jenis dan unsur yang sama.

“kita perlu mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, kita berharap agar amonium nitrate yang ada selama ini di gudang penyimpanan untuk ditindaklanjuti dengan segera, mau kita apakan barang bukti tersebut agar tidak terlalu lama disimpan. Sehingga dapat menimbulkan kejadian yang tidak diinginkan” tandasnya.(nug)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.