Potret Kegagalan Industri Manajer Investasi dan Cara Mengatasinya

  • Whatsapp

Oleh : Arif Gunawan,

Liputan98.com, Jakarta – Satgas Waspada Investasi (SWI) pada Jumat (24/7/2020) malam mengumumkan bahwa PT Jouska Finansial Indonesia melakukan kegiatan investasi ilegal, sehingga menyerukan pemblokiran akun dan aktivitas mereka. Merespons ini, tidak selayaknya perusahaan Manajer Investasi (MI) bernafas lega.

Keputusan tersebut diambil setelah SWI memanggil pendiri Jouska, yakni Aakar Abyasa, dan pengurus Jouska lainnya dalam pertemuan virtual. Pertemuan dilangsungkan lebih cepat dari sebelumnya, yang sempat diberitakan bakal berlangsung pekan ke depan.

Pada intinya, Jouska dilarang beroperasi mengelola dana nasabah, dilarang mengada di media sosial (dengan pemblokiran oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika), dan diminta mengembalikan dana nasabah yang ditanganinya.

Kabar ini menjadi klimaks dalam “drama” tiga hari terakhir mengenai aduan 80 nasabah Jouska kepada SWI dan maraknya pemberitaan di media massa mengenai nasabah yang protes karena merasa dirugikan dalam praktik jasa “financial advisory” Jouska.

Kasus ini juga menarik perhatian kalangan media sosial, karena Jouska dikenal sebagai idola milenal dalam hal pengelolaan keuangan dan investasi. Akun instagramnya, yakni @jouska_id kini diikuti 755.000 orang, mayoritas adalah anak muda. Sebelum skandal itu meledak, pengikutnya sempat terpantau mencapai 785.000. Artinya, 30.000 orang telah unfollow Jouska.

Angka ini tentu tak seberapa jika dibandingkan dengan selebgram Raffi Achmad dan Nagita Slavina (@raffinagita1717) yang diikuti 43,2 juta orang. Namun menurut penelusuran, akun Instagram Jouska masih paling populer di antara akun keuangan dan bisnis di Instagram.

Sebagai perbandingan, financial consultant Prita Hapsari Ghozie (@pritaghozie) saat ini diikuti 176.000 orang, financial trainer Ligwina Hananto (@mrshananto) diikuti 42.400 orang, sang Master of Financial Planner Safir Senduk (@safirsenduk) diikuti 35.100 orang, atau Aidil Akbar Madjid (@aidilakbarmadjid) yang diikuti 20.000 orang saja meski punya jam terbang 20 tahun sebagai financial planner.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.