Jurus Presiden Untuk Bangkitkan Ekonomi RI

  • Whatsapp
Presiden RI Joko WIdodo.(Istimewa)

Liputan98.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) punya jurus untuk membangkitkan pertumbuhan ekonomi di tengah situasi pandemi COVID-19, yang melanda Indonesia termasuk negara-negara di dunia. Ia menyadari pertumbuhan ekonomi kuartal II-2020 mengalami penurunan yang sangat tajam, yakni 5,32 persen.

Hal itu disampaikan Jokowi saat menghadiri acara Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Gerindra di Hambalang, Jawa Barat, Sabtu, 8 Agustus 2020 secara virtual. Untuk itu, Jokowi mengajak seluruh kader Partai Gerindra tetap menempatkan kesehatan dan keselamatan rakyat menjadi prioritas.

Baca juga : Pinjaman Tanpa Bunga Dorong Ekonomi Rakyat Tumbuh

”Saya mengajak seluruh kader Partai Gerindra di mana pun berada, baik yang menjadi kepala daerah maupun legislatif agar mampu mengendalikan penyebaran COVID-19,” kata Jokowi.

Menurut dia, jangan sampai Indonesia masuk ke gelombang kedua atau second wave sehingga dapat memperlambat untuk memulihkan situasi kembali. Lantaran itu, kuncinya disiplin menjalankan protokol kesehatan tapi juga tidak boleh hanya berhenti pada masalah kesehatan saja.

“Ekonomi rakyat, ekonomi UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) itu juga harus kita bangun bangkitkan. Roda perekonomian harus bisa kita gerakan lagi dengan cara apa?” ujarnya.

Baca juga : Ekonomi RI pada Kuartal II 2020 Terjerembab Lebih Dalam

Dengan cara, kata Jokowi, membeli produk-produk buatan dalam negeri seperti produk petani, produk nelayan serta produk UMKM. Dengan cara itu maka produksi petani, produksi nelayan dan produksi UMKM akan ikut bergerak yang diharapkan menjadi daya bangkit.

“Bukan hanya pada penguatan daya beli petani nelayan dan UMKM, tapi akan menjadi mesin penggerak bagi pertumbuhan ekonomi nasional bagi kuartal ke tiga ini,” ujarnya.

Baca juga : Perekonomian Kepri Terjun Bebas pada Semester I 2020

Sebelumnya Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, konsumsi rumah tangga mengalami penurunan hingga –5,51 persen. Jauh lebih rendah dari pertumbuhan kuartal II-2019 yang tumbuh 5,18 persen.

Padahal, porsinya terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 57,85 persen. Tertinggi, jika dibandingkan sumber pertumbuhan ekonomi lainnya dari struktur menurut pengeluaran.

“Kalau dilihat per komponennya, semua komponen kontraksi cukup dalam, bisa dilihat di sana konsumsi rumah tangga tumbuh negatif,” kata Suhariyanto.

Sementara itu, investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) turun hingga -8,61 persen, sedangkan pada Kuartal II-2019 mampu tumbuh 4,55 persen. Porsinya terhadap ekonomi 30,61 persen.

Sumber : Republika.co.id

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.