Polda Kepri Amankan Pembawa Tiga Mayat WNI ABK Kapal Cina

  • Whatsapp
Direktur Kriminal Umum Polda Kepri Kombes Pol Arie Darmanto saat menujukan tersangka dan barang bukti kasus TPPO.(lip98)

Liputan98.com, Batam -Jajaran Polda Kepri dikabarkan telah mengamankan tiga orang warga Batam berkaitan dengan penjemputan tiga jenazah ABK WNI dari atas kapal ikan China Hu Yuan Fu 829.

Ketiga orang tersebut, diduga terlibat pemulangan jenazah WNI ABK Kapal Cina dari tengah laut secara ilegal.

“Saat ini masih dalam pemeriksaan, sementara kasusnya masih didalam penyidik. Keterangan mereka juga diketahui masih berbelit-belit,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepri, Kombes Pol Arie Dharmanto, Kamis (13/08/2020).

Baca jugaDitreskrimum Polda Kepri Dapat Penghargaan Gubernur karena Prestasi

Arie menyebut, terungkapnya kasus ni berkat adanya informasi dari masyarakat, kemudian pihaknya melakukan penelusuran. Hasil penelusuran diketahui, tiga mayat tersebut dibawa oleh boat pancung ke salah satu pelabuhan di Sekupang, Batam.

Tiga orang ini terlibat proses penjemputan ke tiga mayat di Out Port Limited (OPL) menuju Sekupang. Caranya, kata Arie, kapal boat pancung merapat ke kapal ikan Hu Yuan Fu 829 yang berhenti.

“Sementara mayat diturunkan ke boat pancung atau kapal kayu cepat,” ungkap Arie.

Baca jugaKapolda dan Plt Gubernur Kepri Tinjau Pembentukan Kampung Tangguh

Setelah proses penurunan mayat selesai, kapal Hu Yuan Fu 829 langsung meninggalkan lokasi. Sementara kapal boat pancung mengarah ke salah satu pelabuhan di Sekupang.

Di pelabuhan Sekupang, menurutnya, sudah menunggu tiga unit mobil ambulan untuk mengangkut ke tiga mayat tersebut.

“Mayat dibawa ke RS BP Batam. Dan hingga saat ini masih tersimpan di kamar mayat,” tuturnya.

Arie mengatakan, kasus ini didindikasi sama dengan kasus TPPO yang tengah ditangani sebelumnya, dimana satu dari 10 ABK WNI yang tewas akibat terjadi penganiayaan di atas kapal Lu Huang Yuan Yu 118 beberapa waktu lalu.(nug)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.