BPBD Ajukan Anggran BTT 150 Juta ke Pemko Tanjungpinang

  • Whatsapp
Kepala BPBD Tanjungpinang Dedy Sjufry Yusja.(ist)

Liputan98.com, Tanjungpinang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanjungpinang mengajukan 150 Juta Belanja Tidak Terduga (BTT) Kepada Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang, untuk anggaran makan dan minum Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid-19 yang dikarantina.

Kepala BPBD Tanjungpinang Dedy Sjufry Yusja mengatakan, bahwa pihaknya bersama gugus tugas akan menganggarkan kembali, guna mengingat dalam 2 hingga 3 minggu ini pasien Covid-19 di Tanjungpinang bertambah.

“Kita sudah berjalan 4 hari, ada berapa OTG yang kita lakukan karantina,” katanya Jumat (14/8/2020).

Dedy menyebutkan, OTG yang dikarantina menempati beberapa mes Pemko, satu yang di KM7 untuk wanita, kemudian untuk laki-laki yang ada di Gedung PKK.

Lanjutnya, bahwa Gedung PKK yang terletak di Senggarang itu tidak layak dijadikan tempat karantina. Melihat anggaran yang terbatas, mau tidak mau para OTG tersebut harus dikarantina disitu.

“Memang kondisi Gedung PKK tidak layak tapi kita, juga tidak mampu menyewa gedung lain lagi, anggaran kita terbatas,” sebutnya.

Lanjutnya, pihaknya juga berusaha agar para yang dikarantina tersebut nyaman dan layak seperti memberikan makanan yang standard 3 kali dalam satu hari.

Walaupun anggarannya belum cair dan masih menunggu, tapi pihak BPBD berusaha untuk memenuhi makan dan minum para OTG yang dikarantina tersebut.

“Untuk anggaran menunggu lebih lanjut danannya kapan dicairakan, tapi kita usaha untuk OTG ini kita tangani,” ungkapnya.

Menurutnya, anggaran BTT yang diajukan sebesar 150 juta itu dilaksanakan sampai akhir tahun 2020. Jika ada sisa, maka akan dipulangkan ke kas Daerah, seperti anggaran sebelumnya.

“Sepeeri dulu, ada lebih kita balikkan ke kas daerah, tidak boleh kita gunakan,” pungkasnya.(ond)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.