Dua Orang Ditetapkan Tersanga Penyeludupan Jenazah WNI ABK Kapal Cina

  • Whatsapp
Polisi menunjukan tersangka dan barang bukti kasus TPPO dan penyelusdupan jenazah WNI ABK kapal ikan Cina.(lip.98)

Liputan98.com, Batam – Ditreskrimum Polda Kepri akhirnya menetapkan dua orang sebagai tersangka, dalam kasus penyeludupan tiga jenazah WNI ABK Kapal ikan Cina Hu Yuan Fu 829, dari perairan Out Port Limited (OPL) ke Kota Batam, kepri, Jumat (14/8). Jenazah itu, diketahui telah lama bekerja diatas kapal hingga akhirnya meregang nyawa.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhard mengatakan, kedua orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut bernama Jony (35) dan Erlangga (38). Keduanya merupakan Direktur dan Manager HSE di PT SMB yang berpusat di Jakarta. Perusahaan ini, diketahui telah mengirim puluhan TKI yang bekerja diatas kapal ikan Cina.

Kata Harry, kedua tersangka terbukti melakukan pemulangan jenasah WNI ABK di kapal ikan Cina secara ilegal tanpa ketentuan hukum yang berlaku ditengah situasi Pandemi Covid 19. Selain itu perusahaan kedua tersangka terbukti melakukan pengiriman WNI yang bekerja diluar negri tanpa prosedur resmi juga memperdaya korban dengan janji gaji yang besar hingga terjadi perdagangan orang.

“Ketiga jenasah WNI ABK kapal ikan Cina Hu Yuan Fu 829, yang diseludupkan oleh dua tersangka itu, bernama Syaban berusia 22 Tahun warga Biren Aceh, Musnan 26 Tahun juga warga Aceh, sedangkan satunya jenazah WNI bernama Dicky Arya Nugraha 23 Tahun warga Donggala, Sulawesi,” katanya, di Batam.

Sementara itu, Direskrimum Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto menerangkan rekrutment serta pengiriman para WNI yang dipekerjakan diatas kapal ikan Cina hingga akhirnya korban tewas saat bekerja diatas kapal. Penyebab kematian para korban juga masih dalam penyelidikan polisi melalui proses otopsi.

“Proses perekrutan dan pemberangkatan terhadap tiga orang tersebut, kata Arie, terjadi pada Oktober 2019, awalnya para korban diberangkatkan ke Taiwan melalui Singapura sebelum ikut berlayar diatas kapal ikan Cina untuk menangkap ikan. Kemudian diketahui pada awal bulan Agustus 2020, management PT SMB memberi informasi kepada pihak keluarga korban, bahwa para WNI tersebut telah meninggal dunia diatas kapal,” tandasnya.(nug)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.