Rekrutmen Hingga Penyeludupan Jenazah WNI ABK Kapal Cina Terstruktur

  • Whatsapp
Direskrimum Polda Kepri Kombes Pol Arie Darmanto.(lip.98)

Liputan98.com, Batam, – Direskrimum Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto menerangkan rekrutment serta pengiriman para WNI yang dipekerjakan diatas kapal ikan Cina Cina Hu Yuan Fu 829, hingga akhirnya korban tewas saat bekerja diatas kapal. Penyebab kematian para korban juga masih dalam penyelidikan polisi melalui proses otopsi.

Proses perekrutan dan pemberangkatan terhadap tiga orang tersebut, kata Arie, terjadi pada Oktober 2019, awalnya para korban diberangkatkan ke Taiwan melalui Singapura sebelum ikut berlayar diatas kapal ikan Cina untuk menangkap ikan.

Read More

Baca jugaPolda Kepri Amankan Pembawa Tiga Mayat WNI ABK Kapal Cina

Kemudian pada bulan Agustus 2020, management PT SMB memberi informasi kepada pihak keluarga korban, bahwa para WNI atas nama Syaban berusia 22 Tahun warga Biren Aceh, Musnan 26 Tahun juga warga Aceh, sedangkan satunya jenazah WNI bernama Dicky Arya Nugraha 23 Tahun warga Donggala, Sulawes, dinyatakan telah meninggal dunia diatas kapal.

“Jenazah para WNI tersebut diseludupkan dengan cara Ship to Ship, perusahaan menyewa speed boat milik jasa teransportasi untuk menjemput jenazah ditengah laut. Petugas mendapat informasi tanggal 10 Agustus 2020 ada pengiriman tiga jenazah di Pelabuhan Batu Ampar, Batam, Kepri, dari kapal ikan asing yang berada di perairan OPL, jenazah rencananya akan dibawa ke salah satu rumah sakit di Kota Batam,” katanya.

Baca jugaKapolda Kepri Lepas 100 Personil Brimob BKO ke Papua

Lebih lanjut, ari menceritakan, pada 11 Agustus 2020, penyelidikan oleh tim Ditreskrimum menemui titik terang terkait pengiriman jenazah Pekerja Migran Indonesia melalui perairan di wilayah Kepri. Pada tanggal 12 Agustus 2020, keberadaan jenazah diketahui dan kemudian Tim berhasil mengamankan managemen dari PT. SMB di salah satu kamar hotel di Kota Batam, Kepri.

Modus kejahatan yang dilakukan oleh perusahaan ini, menurut Arie, sama dengan kejadian sebelumnya yakni PT SMB melakukan pola perekrutan, pengiriman dan pekerjakan WNI di kapal pencari ikan berbendera asing dengan meminta bayaran keberangkatan serta penipuan gaji menggiurkan. Namun pada kenyataannya, para korban tidak menerima gaji dan kerap menerima penganiayaan saat berada diatas kapal.

“Dari tangan tersangka, polisi menyita tiga keping pasport, tiga lembar buku pelaut, catatan harian dari Kapten kapal ikan Cina terkait kronologis kematian para korban dalam bahasa Cina dan uang tunai sebesar Rp.38 juta sebagai barang bukti,” terangnya.

Terhadap kedua tersangka, Arie menegaskan, akan dijerat dengan Pasal 10 UU Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun serta denda maksimal Rp.5 miliar.(nug)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.