Oknum PNS dan 6 Tersangka Diamankan Polda Kepri Terkait Peredaran Ekstasi dan Ganja

  • Whatsapp

Liputan98.com, Batam – Ditresnarkoba Polda Kepri berhasil mengamankan Tujuh orang yang diduga terlibat Tindak Pidana peredaran Narkoba. Ketujuh orang tersebut masing-masing berinisial RSP alias R, DS alias D, BN alias B, AEZ alias A, RK alias M, AK alias A dan DS alias D yang diamakan ditempat yang berbeda.

Dir Resnarkoba Polda Kepri Kombes Pol Muji Supriyadi mengatakan, keberhasilan ungkapan kasus Narkoba jenis ganja dan Pil Ekstasi ini berawal tanggal 14 Agustus sampai dengan 16 Agustus 2020, di beberapa wilayah Provinsi Kepri antara lain di wilayah Kota Tanjungpinang, Batu Ampar Kota Batam, dan di Baloi Permai Kota Batam, Kepri. Salah satunya merupakan oknum PNS.

Read More

Dalam kasus peredaran gelap narkoba ini, kata Muji, ada lima Laporan Polisi serta tujuh orang diduga tersangka diamankan. Dari dua tersangka diketahui sebagai pengedar pil ekstasi berinisial RSP alias R yang membawa, memiliki, dan menyimpan Narkotika jenis Pil Ekstasi sebanyak 77 butir, satu tersangka kasus ini merupakan Oknum PNS Di Pemerintah Kota Tanjungpinang.

“Barang bukti yang berhasil disita dari tangan ketujuh tersangka ini totalnya ada 1,48 Kg Daun Ganja Kering dan 77 Butir Pil Ekstasi. Kasus ini merupakan pengungkapan yang kesekian kalinya dan hal ini menunjukkan keseriusan kita dalam pemberantasan Narkoba di Wilayah Provinsi Kepri,” katanya.

Dari pengungkapan di beberapa tempat ini, Muji menegaskan, tentunya kepada para tersangka akan diterapkan Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika Pasal 114 Ayat (1), ayat (2) Dan Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (2). Dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara dan paling lama 20 tahun.

“Berdasarkan pengakuan tersangka, bahwa Daun Ganja Kering ini berasal dari salah satu Daerah di Sumatera dan saat Tim melakukan penangkapan, barang haram tersebut sudah berbentuk pecahan-pecahan paket yang siap diedarkan sedangkan untuk tersangka pemilik Pil Ekstasi sama juga halnya bahwa barang tersebut akan diedarkan oleh tersangka di wilayah Kota Tanjungpinang. Seluruh barang bukti juga akan langsung dimusnahkan dengan cara di bakar,” tuturnya.(nug)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.