Waduh, PAD Batam Defisit Dihantam Covid 19

  • Whatsapp
ILustrasi Inflasi.(ist)

Liputan98.com, Batam – Terdampak Pandemi Virus Corona (Covid 19), angka pendapatan asli daerah (PAD) Kota Batam diketahui tidak mencapai terget. Hal itu, disebabkan Covid 19 yang menghantam segala sektor potensial penyumbang PAD.

Berdasarkan data Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS), Rabu (19/8/20), yang diajukan Pemko Batam untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2020, diketahui terjadi defisit mencapai Rp 495 miliar.

 Baca juga : Gawat! Pertumbuhan Ekonomi Kepri Terendah se Sumatra

Bayangkan saja, pada APBD murni 2020, penerimaan pendapatan semula yang ditargetkan Rp 3.013.894.580.542, lalu berubah menjadi Rp2.518.197.912.026. Angka defisit mencapai Rp 495.696.668.516.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan, PAD Batam 2020 yang semula ditargetkan Rp 1,499 triliun, berubah menjadi Rp 1,006 triliun atau turun 32,91 persen.

Baca juga : Demi Ekonomi, Pemerintah Beri Kredit tanpa Bunga ke Usaha Ultramikro

Kemudian, dana perimbangan Batam tahun anggaran 2020 semula Rp 1,122 triliun, berubah menjadi Rp 1,096 triliun. Ditambah pendapatan yang sah lain-lain yang semula ditargetkan Rp 337,1 miliar, berubah menjadi Rp 379,8 miliar, naik Rp 42,76 miliar atau 12,69 persen.

“Penerimaan daerah dari sisi pembiayaan pada tahun anggaran 2020 juga turun, semula Rp 55 miliar, berubah menjadi Rp 35 miliar atau turun 35,67 persen,” katanya, dalam siaran tertulis, Sabtu (15/8/20).

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.