Keluarga Pasien Covid 19 Menolak Dievakuasi, Polisi dan Warga Turun Tangan

  • Whatsapp
Proses Evakuasi keluarga pasien positif Covid 19 di Tiban Sekupang.(lip98)

Liputan98.com, Batam – Seorang pasien dalam pengawasan (PDP) JHG (65) meninggal dunia, Rabu (19/8/20). Pasien dimakamkan dengan protokol kesehatan, meski keluarga menolak.

Pasien meninggal di rumahnya di Pertokoan Tiban Bukit Asri, Sekupang, Batam karena tengah menjalani karantina mandiri.

Musibah itu sontak membuat keluarga berduka lantaran pasien merupkan pendiri yayasan sekolah CGM.  Mendengar kabar duka itu, sebagian kerabat datang melayat, rumah duka sempat ramai didatangi kerabat dan sodara.

Proses Evakuasi keluarga pasien positif Covid 19 di Tiban Sekupang.(lip98)

Belakangan hasil swap pasien dinyatakan terkonfirmasi terpapar positif Covid 19, Tim Gugus Tugas melakukan langkah antisipasi. Seluruh kontak erat dievakuasi untuk dilakukan langkah medis.

Beberapa keluarga pasien PDP yang sempat menolak untuk dilakukan karantina di RSKI Galang, Batam, menjadi perhatian warga.

Insiden tersebut terjadi di Yayasan CGM Tiban, Sekupang, Batam, Kamis (20/8/20).

Sempat terjadi adu argumen atara pihak keluarga pasien dengan petugas medis. Kabarnya, salah satu keluarga ada yang dalam kondisi demam dan gangguan kesehatan lainnya.

Beberapa petugas medis dan pihak Kepolisian terlihat bersiaga dilokasi tersebut. Tenaga medis dengan pakaian APD lengkap juga terlihat ramai dibagunan sekolah itu.

Warga perumahan tersebt juga sempat dibuat resah karena ulah keluarga yang menolak di evakuasi, ramai-ramai mendatangi kediaman pasien.

Pihak keamanan perumahan tersebut yang enggan disebut namanya mengeatakan, peristiwa warga mendatangi kediaman pasien ini terjadi sepontan saat warga mendengar keluarga pasien menolak dievakuasi oleh Tim Gugus Tugas. Perangkat juga ikut bernegosiasi dengan keluarga tersebut.

“Keluaraga sempat menolak untuk dibawa ke RSKI Galang, tapi setelah negosiasi dan diberi pemahaman akhirnya seluruh keluarga bersedia di evakuasi bersama tim medis dengan menggunakan bus,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum bersedia memberi pernyataan resmi, Kapolsek Sekupang AKP Yudi juga enggan merespon sambugan telepone.(gir)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.