Polisi Sebut Market Aborsi Ilegal Sangat Besar

  • Whatsapp
Konfrensi pers pengungkapan kasus aborsi ilegal.(ist)

Liputan98.com, Jakarta – Polisi membongkar kembali praktik aborsi ilegal yang sudah beroperasi selama lima tahun di Klinik dr.SWS, Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat. Terbongkarnya kasus ini memperlihatkan maraknya praktik aborsi ilegal di berbagai daerah termasuk Jakarta.

Baca jugaPolisi Selidiki Insiden Pengambilan Paksa Jenasah Covid 19

Read More

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Tubagus Ade Hidayat mengatakan, praktik kriminal ini terus terjadi berulang kali karena ada pasar yang membutuhkan. Jasa ini dinilai saling menguntungkan antara pihak yang ingin gugurkan janin dan pelaksana eksekusi.

“Kenapa terjadi berulang kali? Ya ini terjadi karena memang ada pasar yang membutuhkan. Jasa ini saling menguntungkan. Yang satu bisa gugurkan janin. Satu lagi dapat keuntungan materil,” ujar Tubagus, dikutip viva.co.id, Jumat (21/8/20).

Dia menambahkan dalam kasus ini bukan masalah praktik izin. Sebab, klinik dokter yang jadi pelaku itu memiliki izin resmi praktik. Namun, praktik yang menyalahi aturan dengan melakukan aborsi ilegal.

“Patut diduga dokter itu tahu tindakan itu melawan hukum,” sebut Tubagus.

Baca juga Insiden Jenazah Covid 19 Dijemput Keluarga, Polisi Bakal Usut dan Tetapkan Tersangka

Meski demikian, ia menekankan dalam praktik aborsi ini juga dilakukan klinik yang tak punya zin resmi. Kejadian pun di sejumlah daerah tak hanya di Jakarta.

“Tidak selalu ada izin. Untuk yang sekarang ada izin. Banyak juga terjadi. Bukan hanya di sini, tempat lain juga ada,” ujar Tubagus.

Pun, Ketua Biro Hukum dan pembinaan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr. Nazar menyampaikan dokter yang terlibat dalam praktik aborsi ilegal jelas perbuatan kriminal. Ia mengatakan setiap dokter pasti paham soal konsekuensi dari melakukan aborsi ilegal.

“Jelas abortus provocatus yang ilegal itu perbuatan kriminal yang dilarang. Hukum dia langgar. Semua dokter itu paham etikanya,” ujar Nazar dalam Apa Kabar Indonesia Pagi tvOne.

Namun, ia menekankan, perbuatan ini tak hanya berdiri sendiri. Sebab, ada pelaku lain seperti calo dan pihak yang membutuhkan. Menurutnya, untuk pengawasan ini, perlu semua elemen termasuk masyarakat menberikan pengawasan.(viv)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.