Polisi Selidiki Insiden Pengambilan Paksa Jenasah Covid 19

  • Whatsapp
Proses Evakuasi keluarga jenazah positif Covid 19 di Tiban Sekupang.(lip98)

Liputan98.com, Batam – Insiden pengambilan paksa jenasah pasien positif Covid 19 berbuntut panjang, Polisi menyelidiki dua kali rentetan peristiwa pengambilan jenasah di rumah sakit yang terjadi di Batam.

Setelah satu jenazah pasien Covid 19 R (65 Tahun) diambil paksa keluarga di RSBK Batam, Selasa (18/8/20), kejadian serupa berulang di RSBP Batam, Kamis (20/8/20), saat itu Keluarga mendatangi rumah sakit untuk mengambil jenazah YHG (65 Tahun) pasien postitif Covid 19.

Read More

Baca jugaInsiden Jenazah Covid 19 Dijemput Keluarga, Polisi Bakal Usut dan Tetapkan Tersangka

Meski akhirnya jenazah yang diambil dari RSBP Batam dimakamkan sesuai dengan protokol Covid 19. Dalam insiden ini puluhan orang telah dibawa ke RSKI Galang untuk menjalani serangkaian tes medis, beberapa orang diantaranya telah diperiksa polisi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam dr Didi Kusmarjadi membenarkan peristiwa itu. Pihaknya juga sangat menyayangkan insiden itu kembali terulang. Menurutnya, apabila merujuk pada ketentuan protokol kesehatan banyak orang yang harus menjalani tes swap untuk meminimalisir penyebaran.

“Terkait insiden jenazah pasien diambil paksa di RSBK, sebanyak 15 orang warga Bengkong Indah 2 di evakuasi ke RSKI Galang untuk menjalani serangkaian pemeriksaan medis dan karantina untuk antisipasi penyebaran,” katanya.

Baca jugaKeluarga Pasien Covid 19 Menolak Dievakuasi, Polisi dan Warga Turun Tangan

Dalam kasus ini, Didi menegaskan, pihaknya telah berkordinasi dengan Kepolisian Daerah agar mengusut insiden tersebut. Supaya menimbulkan efek jera, agar upaya yang dilakukan pemerintah dalam memutus rantai penyebaran Covid 19 di Batam jangan sampai menjadi sia-sia.

“Dukungan Kepolisian sangat luar biasa. Kemungkinan bakal ada yang akan diperiksa, mengingat pemerintah telah menetapkan aturan yang mengikat terkait penanganan Covid 19. Setelah seluruhnya dilakukan traking kontak, menjalani serangkaian tes kesehatan guna antisipasi lantaran jenazah tersebut berpotensi menularkan Virus mematikan itu kepada keluarga dan kerabat,” ujarnya.

Kabid Humas Pooda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhart menyebut, pihaknya akan melakukan penyelidikan, terkait dugaan pengambilan paksa jenazah Covid-19 di rumah sakit di Batam yang viral. Menurutnya, tindakan pengambilan jenazah sangat berbahaya. Padahal, sudah ada aturan bahwa penanganan terhadap jenazah Covid 19 dilakukan sesuai protokol.

“Sejauh ini kami sudah mendapat laporan, dan memeriksa beberapa orang saksi untuk melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut,” tandasnya, Jumat (21/8) di Batam.(nug)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.