Ini Jeratan Hukum Pada Pengambil Paksa Jenasah Covid 19

  • Whatsapp
Proses Evakuasi keluarga pasien positif Covid 19 di Tiban Sekupang.(lip98)

Liputan98.com, Batam – Insiden pengambilan paksa jenazah pasien positif Covid 19 di RSBK Batam, Kepri, Selasa (18/8), berbuntut panjang. Sebanyak 15 orang yang diduga telibat penjemputan paksa tersebut dievakuasi untuk menjalani test swap di RSKI Pulau Galang.

Setelah hasil tes swapnya diketahui negatif, seluruhnya langsung dibawa ke Mapolresta Barelang Batam untuk menjalani pemeriksaan, Jumat (21/8).

Read More

Baca jugaInsiden Jenazah Covid 19 Dijemput Keluarga, Polisi Bakal Usut dan Tetapkan Tersangka

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam dr Didi Kusmarjadi mengatakan, seluruh anggota keluarga dan kerabat jenazah pasien positif Covid 19, berinisial R (60 Tahun) yang melakukan pengambilan paksa jenasah di rumah sakit telah menjalani swap test dan seluruhnya dinyatakan negatif Covid 19.

“Seluruh keluarga dan kerabat yang dibawa ke RSKI Galang untuk nenjalani serangkaian test medis telah selesai dan kemudian dijemput pihak Kepolisian untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi dan dimintai keterangan. Belasan orang itu, dinyatakan terkonfirmasi negatif,” katanya, Sabtu (22/8) di Batam.

Baca juga Keluarga Pasien Covid 19 Menolak Dievakuasi, Polisi dan Warga Turun Tangan

Didi juga mengatakan, setelah insiden penjemputan paksa jenasah Covid 19 di RSBK Batam berakhir. Peristiwa serupa terjadi kembali di RSBP Batam. Hanya saja, setelah bernegosiasi dan keluarga diberi pemahaman, jenasah JHG (47 Tahun) berhasil diambil oleh tim medis untuk dimakamkan dengan protokol Covid 19.

“Dalam isiden di RSBP Batam, sebanyak 23 orang kontak erat telah dirujuk ke RSKI Galang untuk dilakukan swap tes dan isolasi apabila positif Covid 19. Sementara warga yang melayat juga menjalani rapid tes secara mandiri,” terangnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.