Ayah Bocah yang Dicekoki Miras Pilih Damai, Pelaku Ternyata Bosnya

  • Whatsapp

Liputan98.com, Sulsel – Sempat beredar sebuah rekaman video seorang bocah di Kabupaten Luwu Timur (Luwtim), Sulawesi Selatan (Sulsel), yang mabuk setelah dicekok miras (minuman keras) oleh dua pria. Video tersebut sempat viral di media sosial.

Setelah video tersebut menjadi perhatian publik, beragam tanggapan muncul dari warganet. Beberapa menyarankan keluarga bocah itu untu menempuh jalur hukum.

Read More

Namun, pernyataan miris disampaikan Milkias Taopan, ayah bocah di dalam rekaman video di Kabupaten Luwu Timur Provinsi Sulawesi Selatan – yang mabuk setelah dicekok miras (minuman keras) oleh dua pria –. Pria tersebut, hanya bisa prihatin dengan peristiwa yang menimpa anaknya.

Ia mengaku mengetahui anaknya dicekoki miras dan bahkan kenal baik dengan kedua pelaku yang merupakan bos ditempat kerjanya.

“Tidak bisa bicara apa-apa, karena yang ditangkap ini bos,” kata Malkias saat diwawancarai tvOne, Selasa 25 Agustus 2020.

Saat kejadian, Ia mengaku langsung menggendong tubuh anaknya yang sudah lemas. Milkias langsung menidurkan anaknya dan sesekali kepalanya dibasuh air agar mabuknya cepat hilang.

Milkias tak bisa berbuat banyak dengan kelakuan dua pria yang juga bosnya di perkebunan. “Ndak marah, di dalam hati saja marah, karena pekerjaan, karena bos,” ujarnya.

Ia juga tak ingin kasus ini berlarut. Dari pihak keluarga korban, Milkias berharap kasus ini selesai dengan damai. “Ya kalau menurut saya damai saja,” imbuhnya.

Sebelumnya, media sosial dikejutkan dengan video viral seorang bocah yang mabuk sempoyongan usai dicekoki minuman keras atau miras oleh seorang pemuda. Mirisnya, ketika bocah tersebut berjalan tampak sempoyongan dan terjatuh, pemuda yang mencekoki si bocah malah tertawa bersama temannya.

Setelah video tersebut viral, lokasi kejadian diketahui berada di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Polisi bergerak cepat dan menangkap dua orang pelaku pemberi minuman keras kepada seorang bocah di Kecamatan Towuti, Luwu Timur itu.

Kedua pelaku masing-masing berinisial FE dan RH itu merupakan warga Desa Timampu, Kecamatan Towuti, Luwu Timur. Mereka ditangkap polisi pada Minggu malam, 23 Agustus 2020, pukul 19.00 Wita.(ren)

 

Sumber : viva.co.id

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.