Keberadaan MRO BAT Diharapkan Serap Banyak Pekerja Lokal

  • Whatsapp
Proses perbaikan pesawat di MOR PT BAT.(ist)

Liputan98.com, Batam – Proses Pengembangan dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), yang tengah dilakukan oleh pemerintah pusat di wilayah Kawasan Pelabuhan Perdagangan Bebas (KPPB) Pulau Batam, Kepri, memiliki daya tarik tersendiri bagi sektor investasi.

Dimana KEK tersebut tentunya akan memiliki fasilitas dan bermacam Insentif bagi industri tentunya perijinan, keringan fiskal dan Bea Masuk.

Industri Bidang perawatan Pesawat terbang Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) yang tengah di kembangkan Batam Aero Teknik (BAT), agaknya mendorong agar KEK tersebut terealisasi.

Suci Prawira Negara, Custamer Relasion Lion air Grup mengatakan MRO Batam Aero Teknik ini sekarang sedang masuk pembangunan Hanggar Pase II dimana pembangunan satu hanggar bosa yang dapat merawat 6 pesawat sekaligus tengah dilakukan. Industri MRO PT BAT ini menargetkan di Tahun 2030, pembangunan Hanggar yang terdiri dari 6 fase dapat selesai.

“Jika fasilitas ini semua sudah selesai hingga fase 6, maka kita akan bisa merawat 53 pesawat sekaligus beserta ketersediaan komponen- komponennya suku cadang. Tentu ini merupakan proses yang cukup panjang, target tahun 2030 selesai seluruh pembangunan, ” kata Suci, di Hanggar BAT, Senin (24/8/2020).

Target investasi ini akan memanfaatkan lahan seluas 30 hingga 33 hektare hingga tahap pengembangannya selesai. Pengerjaan fisik hanggar saat ini telah dilakukan antaralain taksi way, apron pengerjaan stuktur baja, semua ini mencapai 30 hingga 40 persen.

“Pembangunan fasilitas hanggar ditargetkan pada kwartal ke III Tahun 2020 secara fisik selesai. Terkait kebutuhan Sumberdaya yang mencapai 1.800 Orang pekerja, telah terserap sekitar 30 persen,” ujarnya.

Untuk saat ini Suci menyebutkan BAT mengalami kendala terkait kesulitan lambatnya kedatangan komponen yang di impor lantaran terganjal masalah Pabeanan.(nuh)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.