Dugaan Kasus Korupsi di PDAM Karimun Masih Jadi Bola Panas

  • Whatsapp
Ilustrasi instalasi air.(ist)

Liputan98.com, Karimun – Kasus dugaan tindak pidana korupsi di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Karimun terus bergulir, proses penyelidikan masih menjadi bola panas bagi pemainnya.

Kasus ini terkuak setelah Kepala Kejari Karimun, Rahmat Azhar memberi keterangan di Hari Bhakti Adhyaksa ke 60 beberapa waktu lalu.

Read More

Dugaan sementara, kata Azar, tindakan korupsi di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Karimun tersebut adalah, adanya pihak yang menggunakan restribusi untuk keperluan pribadi.

“Ada dugaan uang retribusi diambil dari kas yang digunakan untuk pribadi,” kata Azhar.

Hanya saja, hingga saat ini, Penyidik Kejaksaan Negeri Karimun masih menunggu hasil pemeriksaan kerugian negara dari Inspektorat Pemerintah Kabupaten Karimun.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Karimun Andriansyah membenarkan, pihaknya sampai saat ini masih belum menetapkan tersangka atas kasus tindak pidana korupsi di tubuh BUMD Karimun itu.

“Kita masih menunggu hasil pemeriksaan dari Inspektorat terhadap berapa kerugian yang ditimbulkan,” kata Andriansyah, Rabu (26/8/2020).

Ia mengatakan, nantinya apabila telah diketahui berapa kerugian negara yang ditimbulkan atas dugaan kasus koropsi itu, pihaknya akan segera menggelar rapat untuk penetapan tersangka.

“Arah tersangka belum. Tinggal nanti kalau sudah keluar baru kita rapat lagi. Baru kita tentukan tersangkanya,” katanya.

Dalam proses penanganan kasus ini di Kejari Karimun, penyidik masih terus memeriksa saksi-saksi.

“Masih memeriksa-memeriksa saksi. Masih proses penyelidikan,” tandasnya.(ky)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.