Polisi Keluarkan SE Antisipasi Pengambilan Paksa Jenazah Covid di RS

  • Whatsapp
Kapolresta Barelang Batam AKBP Yos Guntur.(ist)

Liputan98.com, Batam – Kapolresta Barelang, AKBP Yos Guntur memastikan peristiwa penjemputan paksa jenasah pasien yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19, berdasarkan hasil swap tes dari Rumah Sakit tidak terulang lagi.

Seperti peristiwa yang terjadi pada pasien nomor kasus 415 almarhum R (62) yang tinggal di kawasan Bengkong, yang direbut paksa keluarga dari RSBK Batam dan pasien dengan nomor kasus 433 untuk jenasah almarhum YHG (49) yang tinggal di kawasan Tiban, yang juga diambil dari kamar mayat RSBP Batam dapat dicegah.

Read More

“Kedepan, akan kita tindak tegas warga yang ambil pasksa jenasah seperti pada pasien dengan nomor kasus 492, jenasah JZ (63) yang meninggal di RSUD Batam, hingga berujung insiden pemukulan terhadap tim medis,” tegasnya.

Baca jugaPolisi Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengambilan Jenazah Covid di Batam

Dalam hal ini, untuk mengantisipasi pengambilan paksa jenasah kembali terulang, kata Yos, pihak Kepolisian telah mengeluarkan Surat Edaran (SE), ke seluruh Rumah Sakit yang ada di Kota Batam, Kepri.

“Dalam SE tersebut menegaskan agar pihak Rumah Sakit segera melaporkan, apabila ada pasien yang terindikasi positif Covid-19. Baik sedang dalam perawatan, ataupun telah dinyatakan meninggal dunia. Agar kami segera mensiagakan petugas di lokasi tersebut,” terangnya.

Baca juga Insiden Jenazah Covid 19 Dijemput Keluarga, Polisi Bakal Usut dan Tetapkan Tersangka

Untuk itu, guna memudahkan kordinasi antara pihak Rumah Sakit dengan Kepolisian, Yos merinci, dalam Surat Edaran tersebut juga dicantumkan nomor telepon masing-masing Kapolsek, serta contact pribadi Kapolresta Barelang.

“Hal ini memudahkan komunikasi, sehingga dapat mencegah terjadinya peristiwa serupa terulang kembali dikemudian hari,” tandasnya.(nug)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.