Fraksi Golkar Pertanyakan APBD dan PAD Batam 2020 Yang Merosot Tajam

  • Whatsapp
Wakil Wali Kota Batam Amsakar Ahmad menanggapi pandangan dari Fraksi DPRD Batam dalam Rapat Paripurna ke 13.(lip98)

Liputan98.com, Batam – Pemko Batam mengaku akibat terdampak Pandemi Virus Corona (Covid 19), angka pendapatan asli daerah (PAD) Kota Batam tidak mencapai terget. Hal itu, disebabkan Covid 19 yang menghantam segala sektor potensial penyumbang PAD.

Banyak pertanyaan muncul dari Anggota DPRD Kota Batam kepada Pemko Batam dalam Rapat Paripurna dengan agenda menyempaikan pandangan umun Fraksi, Kamis (27/8/20). Tak sedikit Fraksi di DPRD Batam yang mempertanyakan minimnya penyerapan PAD dan ABBD Murni Tahun 2020.

Read More

Sekertaris Fraksi Golkar Ideas Madri menyampaikan pandangan umun Fraksi Golkar terkait penurunan tersebut. Berdasarkan data Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS), Rabu (19/8/20), yang diajukan Pemko Batam untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2020, diketahui terjadi defisit mencapai Rp 495 miliar.

Bayangkan saja, kata dia, pada APBD murni 2020, penerimaan pendapatan semula yang ditargetkan Rp 3.013.894.580.542, lalu berubah menjadi Rp2.518.197.912.026. Angka defisit mencapai Rp 495.696.668.516.

Baca juga : Waduh, PAD Batam Defisit Dihantam Covid 19

Pemko Batam, kata dia, harus memberi jawaban terkait PAD Batam 2020 yang semula ditargetkan Rp 1,499 triliun, berubah menjadi Rp 1,006 triliun atau turun 32,91 persen.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.