Pasien Positif Terpapar Covid 19 di Kepri Tembus 1.024 Kasus

  • Whatsapp
Plt Kadinkes Kepri Tjetjep Yudiatna.(ist)

Liputan98.com, Batam – Jumlah pasien positif terjangkit Virus Corona (Covid-19) di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), terus meningkat tajam. Hingga, Senin (31/8/20), jumlah kasus pasien positif terpapar Covid 19, di Kepri tembus diangka 1.024 kasus yang sebagian besarnya berada di Kota Batam.

Jumlah tersebut diketahui setelah Ketua Tim Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Kepri Isdianto menyampaikan rilis resmi jumlah penambahan pasien positif Covid 19 baru yang telah mendapat penanganan medis di rumah sakit.

Read More

Baca juga :  Hari ini 54 Orang tersengat Covid, 15 Pasien Diantarana Tenaga Kesehatan

“Meski begitu, bahwa dari hasil penyelidikan epidemiologi yang terus dilakukan oleh Tim Surveilans Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kepri terhadap seluruh klaster yang ada, dapat disimpulkan sementara sudah terlihat adanya perbaikan dengan penurunan jumlah kasus baru secara komulatif,” ucapnya.

Hanya saja, Isdianto mengaku, belum ada langkah khusus dari Pemprov Kepri untuk meminimalisasi penyebaran Virus mematikan itu yang diketahui semakin parah di Provinsi Kepri. “Dalam waktu dekat saya akan lakukan rapat, yang pasti untuk proses belajar-mengajar di sekolah tetap dilakukan secara daring,” ujarnya.

Ketua Harian Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kepri Tjetjep Yudiana merinci, dari jumlah pasien tersebut hingga saat ini sebanyak 398 pasien yang masih dirawat di ruang Isolasi. Kemudian, sebanyak 588 pasien telah dinyatakan sembuh. Sementara itu, 38 orang dilaporkan meninggal dunia akibat virus corona.

“Angka ini sudah sangat membahayakan. Jika masyarakat Kepri tidak juga sadar akan hal ini, tidak menutup kemungkinan ke depan akan terus bertambah,” katanya Senin (31/8).

Tjetjep juga berpesan, agar masyarakat Batam tidak mengabaikan kepatuhan dalam penerapan protokol kesehatan. Sebab, masih mungkin terjadi pertumbuhan kasus Covid-19 yang berkaitan dengan berbagai Klaster yang ada ataupun kasus baru yang terjadi dari transmisi lokal maupun import karena masyarakat masih mengabaikan protokol kesehatan.

“Hal ini diprediksi demikian, lantaran masih banyak masyarakat yang mengabaikan kepatuhan dalam penerapan protokol kesehatan dan himbauan dari pemerintah untuk memutus rantai penyebaran Covid 19 di Batam,” tandasnya.(nug)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.