Waduh! Pemko Batam Tak Akan Test Swap Massal Lantaran Minim Anggaran

  • Whatsapp
Wakil Wali Kota Batam Amsakar Ahmad.(ist)

Liputan98.com, Batam – Wakil Wali Kota Batam Amsakar Ahmad mengaku, Pemerintah Kota (Pemko) Batam, belum ingin merencanakan untuk melakukan tes swab massal bagi seluruh masyarakat Kota Batam, lantaran minimnya anggaran.

Untuk mensiasatinya, Pemko Batam masih menerapkan upaya pencegahan dengan sosialisasi, dan tracing kontak erat kasus Covid-19.

Read More

“Untuk tes swab massal, kami belum memiliki agenda seperti itu karena anggarannya minim untuk itu. Kami masih fokus dengan jaring pengaman sosial,” katanya, Kamis (3/9/20) di Batam.

Baca juga : Rebutan Jenazah Pasien Covid 19, Tenaga Medis di Batam Tersungkur Dipukul

Menurutnya, deteksi dini kasus Covid-19 bagi orang tanpa gejala adalah penting, namun Pemerintah masih belum dapat menerapkan tes swab massal oleh karena tidak memiliki anggaran yang cukup.

Pertama, tes swab massal sangat membutuhkan alat yang tidak sedikit, seperti alat swab untuk mengambil sampel mukus serta tabung penyimpan sampelnya.

Baca juga : Siap-siap! Pelanggar Protokol Kesehatan di Karimun Akan di Tindak

Tes swab massal, kata Amsakar, sejatinya membutuhkan biaya yang cukup besar. Pemerintah Kota Batam merasa belum mampu apabila menerapkan tes swab pada 1,3 juta penduduk Batam satu per satu.

“Kalau masyarakat mampu, tidak ada salahnya tes swab mandiri, Rp 1,8 juta setiap kali tes. Artinya, cost-nya besar ini,” ujar Amsakar.

Meski demikian, sampai saat ini Pemerintah masih melakukan upaya tracing terhadap kontak erat kasus-kasus Covid-19 di Kota Batam.

Bahkan setiap harinya, menurut Amsakar, jumlah sampel yang masuk ke BTKLPP Batam mencapai lebih dari 100 sampel. Tes swab ini merupakan tindak lanjut dari tracing kontak erat dengan menggunakan rapid test terlebih dulu.

“Tidak semua orang harus dilakukan swab, tapi kalau rapid test memang sudah sejak awal dilakukan,” tandasnya.(nug)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.