Pembabatan Hutan Lindung Berkedok Relokasi Kampung Tua Kian Meresahkan

  • Whatsapp
llustrasi pembabatan Hutan Lindung di Batam.(lip98.com)

Liputan98.com, Batam – Pembabatan hutan lindung dan penimbunan mangrove seluas 9 Hektar untuk dijadikan kavling siap bangun (KSB) yang terjadi di Kawasan Dapur 12, Kecamatan Sagulung, Batam, kian meresahkan.

Pasalnya, pembabatan hutan lindung yang berkedok relokasi warga Kampung Tua seakan luput dari pengawasan pemerintah setempat. Kendati demikian, instansi yang membidangi pengawasan hutan lindung di Kota Batam telah menyatakan lokasi tersebut merupakan kawasan hutan lindung serta daerah konserfasi hutan mangrove.

Read More

Baca juga : Waduh! Pembabatan Hutan Lindung Dengan Dalih Relokasi Kampung Tua Kembali Terjadi

Upaya  untuk mencegah aksi pembabatan  juga pernah dilakukan. Namun, pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab tetap melakukan aksi ilegal tersebut tanpa memikirkan kerusakan Kawasan sekitar demi mendapat keuntungan.

Lokasi pembabatan Hutan Lindung di Kawasan Dapur 12 Sagulung yang kian meresahkan.(lip98.com)

Kepala Dinas Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Unit II Kota Batam Lamhot M Sinaga mengatakan, kawasan itu telah dinyatakan lokasi hutan lindung dan hutan mangrove yang tidak dapat dikelola dengan alasan apapun.

Baca juga : Waduh! Pemko Batam Tak Akan Test Swap Massal Lantaran Minim Anggaran

Menurutnya, lokasi yang berdekatan dengan titik Kampung Tua Dapur 12 itu berdasarkan penetapan oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) merupakan kawasan konservasi hutan mangrove untuk mencegah abrasi aibat dampak kerusakan lingkungan.

“Lokasi pembabatan dan penimbunan hutan mangrove yang berada tak jauh dari lokasi pemukiman Kampung Tua adalah hutan lindung. Kami juga telah melakukan tindakan memberi himbauan bahkan pemasabgan plang larangan untuk tidak melakukan aktifitas penimbunan. Namun tidak pernah diindahkan,” katanya, saat dihubungi, Minggu (6/9/20).

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.