IDI Kepri Catat Ratusan Tenaga Kesehatan Terpapar Covid 19

  • Whatsapp
Ketua IDI Wilayah Kepri, Rusdani,(lip98)

Liputan98.com, Batam – Penyebaran Covid-19 di Kepulauan Riau masih sangat memperihatinkan. Bagaimana tidak, ratusan masyarakat telah terpapar Virus mematikan itu, meski tak sedikit juga yang sembuh.

Yang menjadi perhatian dalam menangani penyebaran Covid 19, alih- alih memutus penyebaran dalam penanganan pasien dan upaya meminimalisir penyebaran. Ratusan orang tenaga kesehatan tumbang terpapar Covid 19.

Read More

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kepri mencatat berdasarkan data tim gugus tugas  sebanyak 108 orang tenaga kesehatan di Kepri terpapar virus corona, yang 24 orang diantaranya merupakan Dokter.

“Ada 24 dokter, sementara sesuai data tim gugus tugas total tenaga kesehatan sebanyak 90 orang lebih yang terpapar covid 19 termasuk yang di Tanjungpinang dan lain-lain. Sebanyak 24 dokter di Kepri,” kata Ketua IDI Wilayah Kepri, Rusdani, Selasa (9/9/2020).

Para dokter yang dinyatakan positif COVID-19 itu harus menjalani karantina hingga dinyatakan “discarded” atau sembuh dan tidak bisa melayani pasien.

Meski begitu, menurut dia, jumlah dokter di Kepri tetap masih cukup.

“Kalau dokter, belum kekurangan untuk saat ini,” katanya saat ditemui di RSBP Batam.

Ia mengatakan sejumlah fasilitas kesehatan di daerah itu harus ditutup.

Namun, menurut dia, hal itu untuk pembersihan, menyeterilan fasilitas, disinfeksi dari virus., dan bukan karena kekurangan jumlah dokter.

Ia menyatakan sebagian tenaga kesehatan yang dinyatakan positif COVID-19 memang tertular dari pasien.

Namun, untuk dokter di RSUD Embung Fatimah, ia mengatakan kemungkinan terpapar dari sesama tenaga kesehatan.

“Antarnakes, kadang kita, mungkin sama-sama kita itu, sudah pakai APD, tapi kadang alpa. Kadang bersentuhan, pegang alat bersama, dan yang dicurigai itu ruangan tertutup,” kata dia.

Saat ini, klaster paling besar adalah perkantoran dan tidak menutup kemungkinan hal itu juga yang terjadi di kalangan tenaga kesehatan.

“Aerosol lambat turun karena enggak ada angin. Mereka mungkin enggak bersentuhan, tapi aerosol kena baju, rambut. Kita cuci tangan, tapi alpa pegang baju,” kata dia.

Untuk meminimalkan jumlah dokter yang terpapar virus corona, IDI berharap, ada pembatasan jam kerja bagi tenaga medis agar dapat beristirahat.

“Jangan sampai ada petugas medis yang kelebihan waktu dinas,” kata dia.

Ia mengatakan apabila cukup istirahat, makan bergizi, dan olahraga, maka imun akan kuat, meski terpapar virus.(nug/ngy)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.