Penunjukan BPKP untuk Notisi Aset PT ATB Dinilai Sepihak

  • Whatsapp
Salah satu WTP milik PT ATB.(lip98.com)

Liputan98.com, Batam – Penunjukan BPKP oleh BP Batam untuk melakukan notisi yang dianggap secara sepihak dinilai menciderai perjanjian konsesi antara PT ATB dan BP Batam.

Menurut President Direktur PT ATB Benny Andrianto, dalam perjanjian konsesi disepakati bahwa penunjukan pihak ketiga untuk melakukan audit harus berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak.

Read More

Baca juga : ATB Mengaku Dizolimi BP Batam Terkait Penyelenggaran SPAM di Batam

Penunjukan BPKP adalah keputusan sepihak BP Batam. Pasalnya, BPKP bukan ahli dalam bidang SPAM. Sehingga semua kajian teknis tentang SPAM yang dilakukan oleh BPKP bisa dipastikan tidak valid.

“Operator lain tidak akan kami ijinkan untuk menggunakan aset ATB sebelum pengakhiran dijalankan sesuai dengan perjajian konsesi. Tidak semua aset ATB akan diserahkan, sampai dengan BP Batam memenuhi kewajibannya,” tegasnya,

ATB juga akan membuat surat sanggahan dan mengajukan keberatan tentang keputusan BP Batam karena melanggar hak ATB sesuai perjajian konsesi. Semoga, BP Batam dapat melihat ketersediaan air menjadi bagian penting bagi kemajuan di Batam.
“Karena Batam tidak ada sumber air baku lainnya kecuali dari curah hujan dengan memanfaatkan kawasan tangkapan air yang maksimal,” tuturnya.

Disamping itu, Direktur Humas BP Batam Dendi Gusdinar mengaku proses lelang yang dilakukan tidak melanggar peraturan, PT Moya Indonesia sudah ditetapkan sebagai pemenang tender Penyelenggaraan Operasi dan Pemeliharaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Batam berdasarkan evaluasi proses tender yang dilakukan sejak bulan Agustus 2020 lalu.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.