Jadi Kuli Bangunan Hingga Pemungut Bola Tenis, Bagini Kenangan Ansar Ahmad

  • Whatsapp
Balon Gubernur Kepri Ansar Ahmad saat melakukan pidato dalam reses di Kabupaten Lingga.(ist)

Liputan98.com, Batam – Ansar Ahmad sedikit menceritakan nostalgia di masa kecilnya, pengalaman hidup yang tak dapat dilupakannya itu dibagikan Ansar saat diundang menjadi guest di podcast milik media Tribun belum lama ini.

Pria Kelahiran Kijang 10 April 1964 itu pun membeberkan bagaimana kondisi kehidupannya saat kecil, hingga dikenal sebagai tokoh terkemuka di Provinsi Kepri, bahkan nasional.

Read More

Sebenarnya bukan rahasia lagi, jika kisah kehidupan seorang Ansar Ahmad penuh jalan berliku. Banyak hal yang bisa dipetik dari perjalanannya sebagai budak melayu Kepri, yang lahir dari keluarga sederhana.

Baca juga : Dari Guru Ngaji Hingga Juara MTQ, Begini Pengalaman Religius Ansar Ahmad

Ansar mengatakan, kerja keras sudah menjadi bagian hidupnya. Apalagi sejak umur dua tahun ia sudah menjadi yatim, ditinggal sang ayah Abdul Ahad. Sementara sang ibu, Ijah bekerja serabutan menghidupi lima anaknya. Ansar merupakan anak ke 4 dari 5 bersaudara

“Saya pernah jadi kuli bangunan. Kami dibesarkan ibu. Saya punya keinginan keras untuk sekolah. Masa-masa SMP itu libur biasa saya kerja bangunan, SMA kadang kalau sore ngajar ngaji. Untuk nambah uang jajan,” kisah Ansar

Tak aneh jika Ansar mengajar ngaji. Masjid Al Ikhlas Batu 3 Tanjungpinang, sebenarnya menjadi saksi bisu perjalanan hidupnya menimba ilmu agama.

Di sana Ansar belajar ilmu tajwid Al-Qur’an bersama teman-teman seusianya. Hal ini juga yang mengantarkannya untuk ikut dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat kecamatan mewakili Tanjungpinang Timur kala remaja.

Baca juga : Ansar Ahmad Disambut Antusias Relawan Pendukung di Natuna

Dalam kehidupan sehari-hari, Ansar sadar betul, penghasilan ibunya yang pas-pasan berjualan sayur. Tentunya harus berjuang keras, menafkahinya dan para saudara yang lain.

“Apapun kerja halal saya lakukan, untuk menabah uang jajan kala itu. Saya ingat masih SD, ada tetangga saya sopir bus sekolah, namanya Uspen. Saya bantu-bantu ngelap busnya kalau pagi,” ucap mantan Bupati Bintan 2005-2010 itu.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.