Kata Ansar, Nelayan Kepri Ibarat Ayam Tak Boleh Mati di Lumbung Padi

  • Whatsapp

Liputan98.com, Karimun – Bakal Calon Gubernur Kepri, H. Ansar Ahmad SE MM, ketika mengunjungi Kabupaten Karimun, Kepri, menyempatkan diri mendatangi dan berinteraksi dengan nelayan di perkampungan nelayan Sungai Pasir Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun.

Dalam kunjungan tersebut Ansar Ahmad mengatakan, sebagai besar wilayah kepulauan yang dikelilingi laut adalah mata pencaharian nelayan yang notabene mata pencaharian sebagian besar masyarakat Kepri. Maka para nelayan di Kepulauan Riau harus mendapat perhatian khusus agar kesejahteraannya masyarakat terus meningkat lebih baik.

Read More

“Pemerintah daerah berkewajiban bagaimana kesejahteraan masyarakat nelayan tetap terjaga. Karena itu program dan kegiatan dari pemerintah daerah harus punya keberpihakan yang jelas kepada nasib para nelayan,” kata Ansar Ahmad dalam kunjungan tersebut.

Karena itu Ansar berharap, persoalan-persoalan yang menimpa para nelayan dalam mencari ikan di laut harus dicari solusinya dengan cepat. Persoalan yang biasa dihadapi seperti kelangkaan bahan bakar minyak, menjamurnya kapal pukat, penjarahan oleh nelayan asing dan sebagainya harus diselesaikan secara baik agar mata pencaharian nelayan lokal tetap terjaga.

“Nelayan di Kepri ini jumlahnya lebih dari seratus ribu orang. Mereka banyak berdiam di pesisir-pesisir dan kawasan pantai yang harus diperhatikan secara serius. Mereka para nelayan merupakan salah satu penopang perekonomian di Kepulauan Riau. Karenanya harus diperhatikan nasib mereka. Harus diberi kemudahan-kemudahan agar kesejahteraan mereka tetap terjaga,” jelasnya.

Wilayah laut di Kepulauan Riau, kata Ansar, dikenal sebagai perairan yang kaya akan ikan. Banyak ikan kosumsi yang bernilai jual tinggi ada di laut Kepri. Meski begitu harus ada perhatian khusus dari pemerintah karena fakta di lapangan banyak nelayan yang penghasilannya lebih kecil dibanding beban biaya yang harus mereka keluarkan.

“Kalau lautnya kaya ikan mestinya nelayan juga harus sejahtera. Jangan sampai nelayan kita malah seperti anak ayam yang mati di lumbung padi,” tegasnya.

Indikator keberhasilan lainnya yakni pencapaian nilai tukar nelayan (NTN) dan nilai tukar pembudidaya ikan (NTPi). Pada tahun 2020 NTN Kepri mencapai 102,39, sedangkan NTPi nelayan Kepri untuk tahun 2020 mencapai 103,91 persen. Sementara NTPi masyarakat nelayan di Kepulauan Riau termasuk lima besar di Indonesia yang harus mendapat perhatian khusus.

“Untuk Kepulauan Riau nilai TNTPi nelayan kita mencapai 103,91. Secara nasional masih termasuk yang bagus. Kita memang maklum peningkatan harga barang dan kebutuhan saat ini yang terus merangkak naik tidak seimbang dengan penghasilan rumah tangga nelayan. Karena itu pemerintah daerah harus terus memikirkan bagaimana solusi bantuan yang tepat sasaran dan efektif agar rumah tangga nelayan bisa terbantu dengan baik,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.