Napoleon Tak Terima Diduga Terlibat Skandal Kasus Djoko Tjandra

  • Whatsapp
Irjend Pol Napoleon Bonaparte.(ist)

Liputan98.com, Jakarta – Inspektur Jenderal (Irjend) Polisi Napoleon Bonaparte melawan keabsahan penanganan kasus hukum terpidana Djoko Tjandra, yang melibatkan dirinya menjadi tersangka.

Lantas, Napoleon dengan percaya dirinya mengajukan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Senin (21/9) lalu.

Read More

Mantan Kadiv Hubinter Mabes Polri itu meminta dengan tegas penanganan kasus hukumnya dihentikan, dan dirinya dilepaskan dari status tersangka terkait keterlibatan dirinya dalam skandal hukum terpidana Djoko Tjandra.

“Kalau tidak punya bukti, ya harusnya dihentikan saja,” terang Napoleon di PN Jaksel, dikutip dari Republika.co.id, Selasa (22/9).

Napoleon, kemarin mendatangi PN Jaksel untuk menjalani sidang perdana gugatan praperadilan terkait statusnya sebagai tersangka dalam skandal pencabutan status buronan (red notice) terpidana Djoko Tjandra. Sidang perdana tersebut, berakhir dengan penundaan karena pihak kepolisian, tak ada yang hadir.

Napoleon menuding, ketidakhadiran pihak Polri itu sebagai bentuk lemahnya konstruksi hukum penanganan kasusnya. Sebab kata dia, jika penyidik di Bareskrim Polri punya bukti dalam penetapannya sebagai tersangka, mestinya sanggup menghadapi praperadilan.

“Hari ini, saya sudah hadir. Tetapi yang menuduh saya (Polri), tidak hadir. Kalau tidak punya bukti, ya hentikan saja penyidikannya. Kecuali, (Polri) punya bukti,” kata Napoleon.

Napoleon, pun mengaku kecewa dengan absennya Polri pada sidang perdana praperadilan itu. Karena, kata dia, pengajuan praperadilan, sudah dilakukan sejak 7 September lalu.

“Jadi harusnya mereka (Polri) datang kalau punya bukti,” kata Napoleon.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.