Keraton Solo Terpecah, Belasan Jurnalis Walk Out Saat Jumpa Pers di Sasana

  • Whatsapp

Liputan98.com, Solo – Belasan jurnalis yang tengah meliput kegiatan jumpa pers di Keraton Kasunanan Surakarta mengambil langkah walk out. Hal ini dilakukan karena mereka dianggap melalaikan prinsip cover both side dalam memberitakan terkait Keraton Kasunanan Surakarta.

Dalam jumpa pers yang dilaksanakan di Sasana Handrawina ini dihadiri langsung oleh Pakubuwana XIII Hangabehi. Jurnalis yang hadir jumpa pers tersebut ada dari 13 media cetak dan online yang dianggap tidak memberitakan keraton secara benar. Pemberitaan ini terhitung sejak 1 Agustus hingga 21 September 2020.

Read More

Keraton Kasunanan Surakarta sebenarnya terpecah menjadi dua kubu. Kubu pertama yakni PB XIII Hangabehi bersama dengan kuasa hukumnya KPA Ferry Firman Nurwahyu. Sedangkan kubu kedua yakni Lembaga Dewan Adat (LDA) yang digawangi GKR Wandansari bersama dengan KP Edhy Wirabumi.

Kuasa Hukum Pakubuwana XIII Hangabehi, KPA Ferry Firman Nurwahyu mengatakan, ada beberapa poin kegiatan jumpa pers tersebut terkait detail materi pemberitan diantaranya berita terkait kegiatan Pasar Rakyat di Alun-Alun Kidul (Alkid) yang mencantumkan logo Keraton Kasunanan Surakarta, Pemkot Solo hingga Polresta Solo.

”Rekan-rekan media memberitakan apa yang dikeluarkan oleh KP Wirabhumi (Lembaga Dewan Adat) secara mentah-mentah tanpa ada konfirmasi dari pihak Pakubuwana XIII. Saya tidak tahu maksud dan tujuannya. Sebab pemberitaan yang muncul tanpa konfirmasi,” ucapnya, dalam jumpa pers, Rabu (23/9).

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.