Woww, DPR Setujui Anggaran BP Batam Tahun 2021 Sebesar Rp 2 T?

  • Whatsapp
Atap Kantor BP Batam.(ist)

Liputan98.com, Batam – Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menyetujui Pagu Anggaran Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (BP) Batam, sebesar Rp 2,014 triliun.

Penetapan tersebut, berdasarkan Surat Bersama Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor S-692/MK.02/2020 dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas RI dan Nomor B.636/M.PPN/D.8/KU.01.01/08/2020 tanggal 5 Agustus 2020 sebesar Rp2.014.200.000.000,-.

Read More

Hal ini diputuskan oleh Komisi VI DPR RI setelah melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Tahun 2021 bersama BP Batam yang dipimpin oleh Ketua Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Faisol Riza, Selasa (22/9) lalu, di Jakarta.

Kepala BP Batam Muhamad Rudi, mengatakan, pada Tahun 2021 mendatang, BP Batam akan memfokuskan pembangunan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam meliputi pemulihan Industri, Pariwisata dan Investasi.

“Sejalan dengan salah satu fokus Pembangunan Nasional dalam Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2021, dalam Rencana Strategis (Renstra) BP Batam Tahun 2020-2024, BP Batam akan mendukung perkembangan empat sektor prioritas, yaitu industri manufaktur, industri jasa, pengembangan logistik, dan pariwisata,” katanya, Rabu (23/9) di Batam.

Adapun empat sektor prioritas tersebut, antara lain sektor Industri manufaktur yang mempunyai nilai tambah tinggi, seperti industri kedirgantaraan, smartphone dan shipyard, pengembangan informasi dan komunikasi. Selain itu, Industri jasa, seperti maintenance, repair and overhaul (MRO) pesawat dan kapal shipbuilding dan shipyard, pengembangan jasa kesehatan dan pendidikan internasional, serta financial services, khususnya digital finance.

“Kemudian kegiatan logistik, seperti transhipment e-commerce, warehouse dan infrastructure link perlu menjadi fokus, serta sektor pariwisata yang berfokus pada pembangunan destinasi wisata dan event pariwisata, serta pengembangan industri kreatif (sinematografi),” ujarnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.