KPU Karimun Tak Jadwalkan Kampanye Rapat Umum

  • Whatsapp
Ketua KPU Karimun Eko Purwandoko. (Foto: istimewa)

Liputan98.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karimun tak menjadwalkan kampanye rapat umum bagi Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Karimun di dalam Pilkada 2020.

Tidak adanya kampanye rapat umum tersebut merupakan langkah antisipasi dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Karimun serta mencegah adanya klaster baru Covid-19 di Karimun.

Read More

Seperti diketahui, secara resmi tahapan kampanye calon Bupati dan Wakil Bupati Karimun telah dimulai pada 26 September lalu dan akan berakhir pada 5 Desember 2020.

“Kita tidak ada menjadwalkan kampanye rapat umum. Untuk pencegahan adanya penyebaran Covid-19,” kata Ketua KPU Karimun Eko Purwandoko, Senin (28/9/2020).

Ia mengatakan, larangan tersebut diatur dalam ketentuan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 13 Tahun 2020.

Selain rapat umum, kegiatan yang dilarang dalam kampanye antara lain kegiatan kebudayaan berupa pentas seni, panen raya atau konser musik, kegiatan olahraga berupa gerak jalan atau sepeda santai, perlombaan, kegiatan sosial berupa bazar atau donor darah, dan peringatan hari ulang tahun partai politik.

“Tidak diperbolehkan dalam bentuk pentas seni dan kegiatan- kegiatan lain yang mengumpulkan massa dalam jumlah besar,” katanya.

Namun demikian, Ia mengatakan paslon Bupati dan Wakil Bupati Karimun tetap bisa menggelar Kampanye Tatap muka terbatas dalam sebuah gedung dengan jumlah maksimal sebanyak 50 orang.

“Bisa dengan batas maksimal sejumlah 50 orang. Itu juga harus melalui perizinan di Polres Karimun dan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Karimun,” katanya.

Selain itu, dalam pengumpulan massa terbatas itu, Paslon dan Tim Pemenangan harus tetap menerapkan Protokol Kesehatan sesuai aturan Menteri Kesehatan.

“Kalau ke KPU mereka hanya memberikan tembusan saja bahwa menggelar pertemuan terbatas. Namun tetap, harus sesuai prosedur protokol kesehatan,” katanya.

Ia menekankan bagi paslon untuk tetap mematuhi dan mengedepankan protokol kesehatan dalam setiap pelaksanaan kampanye terbatas. Perihal tersebut guna mencegah adanya klaster baru Covid-19 di Pilkada 2020.

“Setiap pertemuan harus memperhatikan SOP dan Standart Covid-19. Kita minta itu diperhatikan betul dan jangan sampai Pilkada menyumbang klaster baru,” katanya. (gie)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.