Fraksi Golkar Minta Kapolri Tindak Tegas Arogansi Personil

  • Whatsapp

Liputan98.com, Jakarta – Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Golkar Supriansa memintanya Kapolri Jendral Idham Aziz menganalisa motif dari anggota kepolisian yang mengendarai helikopter untuk membubarkan aksi unjuk rasa mahasiswa di Kendari.

“Sehingga tidak bisakah kepolisian yang ada di Kendari sana, supaya tidak ada korban berjatuhan terlalu banyak, melakukan pendekatan secara baik pak Kapolri,” kata Supriansa.

Read More

Supriansa mengaku, tak habis pikir anggota kepolisian tersebut membubarkan demo dengan menggunakan helikopter.

Menurut dia, hal tersebut bisa membahayakan masyarakat yang tengah melakukan aksi unjuk rasa. Sebab, di Negara Indonesia hak untuk menyampaikan pendapat didepan umum dilindungi UU.

“Untung baik saja kalau helikopter tidak jatuh, coba bayangkan kalau jatuh di situ Pak Kapolri,” ungkapnya, dilansir Viva.co.id, Rabu (30/9/2020).

Insiden berawal, kata dia, saat ratusan mahasiswa berunjuk rasa memperingati setahun kematian dua mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Randi dan Muhammad Yusuf Kardawi di Perempatan markas Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra), Sabtu, 26 September 2020 lalu.

Kepolisian menggunakan helikopter untuk membubarkan ratusan pendemo. Akibatnya massa aksi berlarian menghindari debu dan sampah kering yang berterbangan di lokasi aksi demonstrasi.

Helikopter yang terbang rendah tersebut muncul dari dalam Mapolda lalu mengarah ke atas pendemo. Mahasiswa berupaya melempar helikopter tersebut dengan batu dan botol air minum.

Mahasiswa marah karena aksi polisi dengan menurunkan helikopter di saat mereka masih berorasi menyampaikan tuntutan mengenai kasus penembakan dua rekan mereka.(rep)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.